Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dipolisikan Mama Yasinta, Dandhy Laksono Balik Serang dan Singgung Sosok di Balik Polemik Film Pesta Babi

        Dipolisikan Mama Yasinta, Dandhy Laksono Balik Serang dan Singgung Sosok di Balik Polemik Film Pesta Babi Kredit Foto: GERINDRA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik film Pesta Babi semakin memanas setelah penggarap film tersebut, Dandhy Laksono, melontarkan respons keras usai dirinya ikut dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Alih-alih hanya menanggapi proses hukum yang berjalan, Dandhy justru mempertanyakan pihak-pihak yang menurutnya berada di balik perubahan sikap Mama Yasinta.

        Menurut Dandhy, terdapat perbedaan mencolok antara kemunculan Mama Yasinta saat masih aktif menyuarakan perjuangan masyarakat adat Papua dengan situasi yang terjadi saat ini. Ia menilai pihak yang kini membawa Mama Yasinta ke ruang publik justru tidak menunjukkan identitas secara terbuka.

        "Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga," tulis Dandhy melalui akun media sosialnya.

        Dandhy kemudian melanjutkan kritiknya dengan menyoroti pihak yang disebutnya berada di belakang polemik tersebut. Ia menilai pihak-pihak tersebut tidak tampil secara terbuka sebagaimana yang pernah dilakukan para pendukung perjuangan masyarakat adat Papua sebelumnya.

        " Kini, Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," lanjut Dandhy.

        Tak berhenti di situ, Dandhy juga menilai polemik yang berkembang saat ini berpotensi mengalihkan perhatian publik dari isu yang lebih besar. Menurutnya, fokus masyarakat seharusnya tetap tertuju pada persoalan yang terjadi di Papua.

        "Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua," tulisnya.

        Bahkan, Dandhy menilai narasi yang berkembang belakangan justru berpotensi membingungkan publik. Ia menyebut situasi tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap nalar masyarakat.

        "Di sinilah, mereka sedang melecehkan akal sehat kita semua," ujarnya.

        Pernyataan tersebut muncul setelah Polda Metro Jaya mengonfirmasi adanya laporan yang diajukan Mama Yasinta terhadap dua pihak. Selain Ketua LBH Merauke berinisial JTW, nama Dandhy Laksono juga ikut dilaporkan dalam perkara tersebut.

        Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan laporan tersebut saat ini masih berada dalam tahap pendalaman. Penyidik akan memeriksa pelapor, saksi, serta barang bukti yang diajukan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

        "Ada dua orang yang dilaporkan dalam hal ini, JTW serta saudara DDL," kata Budi Hermanto.

        Sebelumnya, Mama Yasinta mengaku merasa sakit hati karena wajahnya muncul dalam film Pesta Babi tanpa persetujuan darinya. Tokoh perempuan adat asal Merauke itu menegaskan dirinya tidak pernah memberikan izin maupun diajak berdiskusi terkait penggunaan gambar dirinya dalam film tersebut.

        Baca Juga: Kasus Film Pesta Babi Naik Level, Polda Metro Ungkap Dandhy Laksono Ikut Dilaporkan Mama Yasinta

        "Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka," ujar Mama Yasinta.

        Mama Yasinta juga mengaku keberatan karena wajahnya ditampilkan dan diputar di berbagai lokasi tanpa sepengetahuannya. Karena alasan itulah ia memutuskan datang ke Jakarta dan menempuh jalur hukum.

        Di tengah proses hukum yang kini berjalan, perdebatan mengenai film Pesta Babi tidak lagi hanya berkutat pada persoalan izin penggunaan gambar. Polemik tersebut berkembang menjadi pertarungan narasi antara pihak pelapor dan pihak yang dilaporkan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik perubahan sikap Mama Yasinta.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: