Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ke Manakah Akhir Barang Jemaah Haji yang Disita? Ini Kata Maskapai

        Ke Manakah Akhir Barang Jemaah Haji yang Disita? Ini Kata Maskapai Kredit Foto: Antara/Fauzan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Maskapai Garuda Indonesia memastikan barang bawaan jemaah haji yang disita saat pemeriksaan bagasi akan ditangani sesuai jenis barangnya. 

        Air zamzam yang ditemukan di dalam koper akan langsung dimusnahkan, sementara barang nonberbahaya yang dikeluarkan karena kelebihan berat akan diserahkan kepada tim Perlindungan Jemaah (Linjam) Kementerian Haji dan Umrah untuk proses lebih lanjut.

        Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, mengatakan penanganan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penerapan aturan keselamatan penerbangan menjelang fase pemulangan jemaah haji ke Indonesia.

        Menurut Norman, maskapai menerapkan batas maksimal berat koper bagasi sebesar 32 kilogram, sedangkan koper kabin tidak boleh melebihi 7 kilogram. Barang yang menyebabkan bagasi melampaui ketentuan tersebut harus dikeluarkan dari koper sebelum keberangkatan.

        Untuk barang-barang umum seperti pakaian, suvenir, dan mainan anak yang terpaksa dibongkar akibat kelebihan kapasitas, maskapai akan mengumpulkannya dan menyerahkannya kepada tim Linjam serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Daerah Kerja Makkah. Barang tersebut selanjutnya dapat dikembalikan kepada pemiliknya apabila memungkinkan.

        Di sisi lain, perlakuan berbeda diterapkan terhadap air zamzam yang disimpan di dalam koper. Norman menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi, seluruh air zamzam yang ditemukan dalam bagasi jemaah akan disita dan dimusnahkan tanpa opsi pengembalian.

        Ia mengungkapkan masih ditemukan upaya sebagian jemaah untuk menyelundupkan air zamzam dengan memasukkannya ke dalam botol-botol kecil yang dibungkus lakban berlapis. Namun, cara tersebut tidak lagi efektif karena mesin X-ray di bandara tetap mampu mendeteksi cairan tersebut.

        Karena itu, jemaah diminta tidak mencoba mengakali pemeriksaan bagasi. Selain berisiko kehilangan barang, tindakan tersebut juga dapat menghambat proses penanganan bagasi di bandara.

        Baca Juga: KPK Periksa Lagi Yaqut Cholil sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp622 Miliar

        Garuda Indonesia bersama petugas penyelenggara haji juga mengingatkan jemaah agar mematuhi seluruh aturan penerbangan, termasuk larangan membawa barang-barang tertentu yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. 

        Kepatuhan terhadap ketentuan bagasi dinilai penting untuk memperlancar proses pemulangan jemaah sekaligus menjaga keamanan seluruh penumpang selama penerbangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: