Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Klaim MBG Bisa Hidupkan Desa dan Selamatkan Anak dari Gizi Buruk

        Prabowo Klaim MBG Bisa Hidupkan Desa dan Selamatkan Anak dari Gizi Buruk Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengungkap fakta yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, yakni anak-anak yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan jarang mengonsumsi makanan bergizi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

        Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Menurutnya, persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani karena berdampak langsung terhadap masa depan anak-anak Indonesia.

        "Makan bergizi gratis ini konsepnya adalah sangat sederhana, bahwa kenyataan kita menemukan bahwa sebagian dari anak-anak kita tiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi. Bahkan di rumahnya jarang makan yang bergizi," kata Prabowo.

        Prabowo menjelaskan kekurangan gizi bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga memengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan anak. Di sejumlah wilayah, kata dia, angka kekurangan gizi masih berada di atas 20 persen dan bahkan mendekati 30 persen.

        Menurut Prabowo, kondisi tersebut berpotensi membuat anak-anak gagal mencapai potensi terbaiknya saat dewasa. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi mereka di masa depan.

        "Artinya, satu, dia tidak akan berkembang sesuai potensi dia sebagai manusia normal, berarti kemampuan dia di bawah normal."

        Presiden mengatakan persoalan gizi buruk dapat membatasi peluang anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik maupun pekerjaan yang lebih layak. Ia mengaku menemukan kondisi tersebut secara langsung saat berinteraksi dengan masyarakat di berbagai daerah.

        "Berarti yang kita menemukan dia kadang-kadang untuk lulus SD saja susah. Bahkan mungkin dia tidak bisa mengganti pekerjaan bapaknya sebagai petani, sebagai buruh harian atau sebagai nelayan," ujarnya.

        Karena itu, Prabowo menilai keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Program MBG memiliki peran strategis dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut juga disebut sejalan dengan langkah yang telah dilakukan sejumlah negara maju untuk meningkatkan kualitas generasi penerus mereka.

        Namun, manfaat MBG menurut Prabowo tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sekolah. Program ini juga diyakini mampu menciptakan efek ekonomi yang besar hingga ke tingkat desa melalui operasional ribuan dapur yang tersebar di berbagai wilayah.

        Prabowo menjelaskan dapur-dapur MBG akan menjadi pasar baru bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil produksi masyarakat desa memiliki kepastian pasar yang lebih kuat.

        "Kalau dapur-dapur berhasil, kalau program-program ini berjalan dengan benar, berarti ekonomi di desa akan hidup."

        Menurut Prabowo, keberhasilan program MBG dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mengurangi ketergantungan mereka terhadap tengkulak. Pemerintah berharap rantai pasok kebutuhan dapur MBG dapat menyerap lebih banyak hasil produksi lokal.

        "Petani-petani akan meningkat penghasilannya, dia tidak akan diganggu oleh tengkulak."

        Prabowo mengatakan para petani nantinya memiliki jaminan bahwa hasil panen dan produk yang mereka hasilkan dapat terserap oleh kebutuhan dapur MBG. Kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata hingga ke pedesaan.

        "Dia bisa mendapat suatu jaminan, produknya, hasil keringatnya bisa diserap, bisa dibeli, dan dia bisa menjalankan kehidupan yang lebih baik," kata Prabowo.

        Baca Juga: Prabowo Akui Berat Copot Dadan: Saya yang Angkat, Saya yang Kasih Bintang

        Selain meningkatkan kualitas gizi anak dan menggerakkan ekonomi desa, pemerintah juga memperkirakan program MBG akan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru. Ribuan dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia membutuhkan tenaga kerja mulai dari pengelolaan bahan baku hingga distribusi makanan.

        Prabowo meyakini manfaat program tersebut akan semakin terasa ketika implementasinya mencapai skala penuh. Ia optimistis MBG mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

        "Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83 juta sampai 85 juta. Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya program ini akan berhasil," tegas Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: