Diakui Netanyahu, Israel Ternyata Kebingungan Mengakhiri Perang Iran dan Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa hingga kini belum ada kepastian mengenai bagaimana perang antara Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran akan berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu ketika ditanya mengenai bentuk kesepakatan atau skenario ideal yang ingin dicapai dari konflik yang kini telah memasuki bulan keempat.
Baca Juga: Kewenangan Trump Akan Dipangkas, Kongres Amerika Muak dengan Kekacauan Perang Iran: Sudah Cukup!
Alih-alih memberikan gambaran jelas, Netanyahu justru mengakui bahwa arah akhir perang masih penuh tanda tanya.
"Itu masih menjadi pertanyaan terbuka mengenai bagaimana perang ini harus berakhir," kata Netanyahu dikutip dari CNBC, Kamis (4/6/2026).
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa bahkan di tingkat pemimpin sekutu utama Amerika Serikat sekalipun, belum terdapat kepastian mengenai jalan keluar dari konflik yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar energi dunia.
Sejak dimulai pada akhir Februari lalu, perang Iran-AS telah berkembang jauh lebih lama dibandingkan perkiraan awal Presiden Donald Trump yang sebelumnya mengisyaratkan konflik dapat diselesaikan hanya dalam hitungan pekan.
Sebaliknya, hingga kini pertempuran masih berlangsung sporadis meskipun berbagai upaya gencatan senjata dan negosiasi damai terus dilakukan.
Ketidakjelasan arah perang juga semakin diperumit oleh keterlibatan berbagai aktor regional, termasuk Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran serta operasi militer Israel di wilayah tersebut.
Netanyahu menegaskan bahwa tujuan utama yang ingin dicapai tetap sama, yakni mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Namun mengenai formula politik maupun keamanan yang dapat mengakhiri konflik secara permanen, pemimpin Israel itu mengakui belum ada jawaban pasti.
Pernyataan tersebut muncul saat harga minyak dunia masih bertahan di level tinggi akibat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.
Ketidakpastian mengenai akhir perang juga menjadi perhatian utama investor global karena Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia, masih menghadapi risiko gangguan akibat konflik.
Meski mengaku belum mengetahui bagaimana perang akan berakhir, Netanyahu tetap menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama erat dengan Amerika Serikat akan terus berlanjut.
Ia juga memuji Trump sebagai pemimpin yang selama ini memberikan dukungan besar kepada Israel dalam berbagai isu strategis, mulai dari pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel hingga normalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab.
Baca Juga: 'Saya Memulainya,' Trump Nyatakan Dirinya Bertanggung Jawab Soal Kekacauan Perang Amerika dan Iran
Namun di tengah pujian tersebut, pengakuan Netanyahu bahwa akhir perang masih menjadi "pertanyaan terbuka" menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih jauh dari kata pasti.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: