Kredit Foto: (Istimewa)
Pertumbuhan pembiayaan pinjaman daring (pindar) yang terus meningkat menjadi perhatian industri jasa keuangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan outstanding pembiayaan pindar telah mencapai sekitar Rp96 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan berkisar 20-30 persen.
Di tengah ekspansi tersebut, penggunaan pinjaman digital untuk kebutuhan konsumtif dinilai berpotensi memicu tekanan finansial berkepanjangan apabila tidak dikelola secara bijak.
Merespons kondisi tersebut, PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menggelar The Financial Literacy Talk-showbertajuk “Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak” guna meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya karyawan, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat di tengah maraknya pinjaman instan dan tekanan gaya hidup modern.
Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, mengatakan kesehatan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga kemampuan mengelola prioritas dan mengambil keputusan keuangan secara bijak.
“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Belajar dari Kasus Masa Lalu, OJK Minta Perusahaan Asuransi Perkuat Modal dan Cadangan Klaim
Baca Juga: OJK Usul Batas Kepemilikan Asing di Asuransi Naik Jadi 99%
Menurutnya, tekanan finansial dapat berdampak langsung terhadap fokus, kesehatan mental, dan produktivitas kerja. Karena itu, literasi keuangan menjadi salah satu langkah preventif untuk membantu masyarakat membangun kondisi keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Di tengah tekanan gaya hidup, fear of missing out (FOMO), serta kemudahan akses pinjaman instan, literasi finansial menjadi semakin penting agar masyarakat lebih sadar dalam mengelola keuangan dan menghindari keputusan finansial yang impulsif,” katanya.
Sementara itu, Financial Planner Maryadi Santana mengingatkan berbagai risiko yang melekat pada pinjaman daring, mulai dari bunga dan denda yang tinggi, jebakan utang (debt trap), kebocoran data pribadi, hingga tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kehidupan pribadi maupun profesional.
“Pinjaman online sering terlihat sebagai solusi cepat untuk kebutuhan sesaat. Namun di balik kemudahannya terdapat risiko yang dapat mengancam kesehatan finansial jika tidak dikelola dengan bijak,” ujarnya.
Maryadi menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur anggaran, membangun dana darurat, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebagai langkah dasar untuk menghindari masalah keuangan.
Baca Juga: Industri Asuransi Jiwa Tetap Pertahankan Strategi Jangka Panjang di Tengah Kenaikan BI Rate
Baca Juga: Asuransi Astra Blak-blakan Soal Dampak Pelemahan Rupiah
“Pinjol memang menawarkan kemudahan dalam hitungan menit, tetapi dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang apabila melebihi kemampuan bayar,” katanya.
Sebagai informasi, hingga April 2026 Sequis Life telah merealisasikan pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp476,2 miliar dengan perolehan premi bruto mencapai Rp1,07 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: