Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Nanik Deyang, Ini Jejak Karier dan Kekayaannya
Kredit Foto: BGN
Nama Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya menjadi perhatian setelah menulis surat ucapan selamat kepada Nanik S Deyang yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Di balik surat tersebut, Sony merupakan mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi yang memiliki rekam jejak panjang di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp4,32 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dalam surat yang ditujukan kepada Nanik, Sony menyampaikan ucapan selamat atas jabatan baru yang diemban sahabat sekaligus rekan kerjanya tersebut.
“Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya,” tulis Sony dalam suratnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar Nanik dapat menjalankan tugas dengan baik dalam memimpin lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” tulisnya.
Selain rekam jejak kariernya, data LHKPN menunjukkan Sony pernah melaporkan total kekayaan sebesar Rp4,32 miliar saat menjabat Kepala Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah. Laporan tersebut disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 4 Februari 2020 dalam kategori laporan khusus awal menjabat.
Baca Juga: Tiba-tiba Ditunjuk Prabowo, Kinerja Nanik S Deyang Sebelum Jabat Kepala BGN Jadi Sorotan DPR
Berdasarkan dokumen LHKPN, mayoritas kekayaan Sony berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp3,8 miliar yang berlokasi di Jakarta Timur. Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan satu unit mobil Honda CR-V tahun 2014 senilai Rp240 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp280 juta. Dalam laporan tersebut tidak tercatat kepemilikan surat berharga maupun utang sehingga total kekayaannya mencapai Rp4,32 miliar.
Sony Sonjaya lahir di Lhokseumawe, Aceh, pada 20 Oktober 1967. Ia menempuh pendidikan kepolisian melalui Akademi Kepolisian (Akabri) sebelum melanjutkan berbagai pendidikan pengembangan, antara lain Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), serta Lemhannas.
Karier Sony banyak berkembang di bidang reserse dan penegakan hukum. Ia pernah menjabat Kapolres Majalengka dan Kapolres Lhokseumawe pada 2011 sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Bareskrim Polri.
Pada 2016, Sony menjabat Kabidkerma Pusiknas Bareskrim Polri dan setahun kemudian dipercaya menjadi Kabaganev Robinopsnal Bareskrim Polri. Kariernya berlanjut sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh pada 2020 dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh pada 2021.
Pada 2022, Sony kembali bertugas di Mabes Polri sebagai Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri sebelum memasuki Badan Gizi Nasional pada 2025.
Di BGN, Sony terlebih dahulu menjabat Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II sebelum dipercaya menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi.
Dalam struktur organisasi BGN, ia juga menjabat Ketua Tim Verifikasi yang bertugas memimpin dan mengoordinasikan proses verifikasi serta validasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Peran tersebut mencakup pengawasan operasional, distribusi program, koordinasi lintas sektor, serta memastikan kesiapan pelaksanaan program di lapangan.
Sepanjang kariernya sebagai aparat negara, Sony menerima sejumlah penghargaan, antara lain Satyalancana Pengabdian 24 Tahun pada 2017, Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2007, Satyalancana Dwidya Sistha pada 1996, serta Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada tahun yang sama.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: