Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SPPI Dapat Pesan Keras dari Prabowo usai Kasus Dadan Hindayana: Jangan Ikut Main-Main di MBG

        SPPI Dapat Pesan Keras dari Prabowo usai Kasus Dadan Hindayana: Jangan Ikut Main-Main di MBG Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di dapur-dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka diminta menjadi garda terdepan pengawasan dan tidak ikut terlibat dalam praktik penyimpangan yang berpotensi merugikan program strategis nasional tersebut.

        Di hadapan ribuan pengelola program MBG, Prabowo secara khusus menyoroti peran SPPI yang selama ini ditempatkan sebagai pengawas operasional di lapangan.

        Baca Juga: Kewenangan Trump Akan Dipangkas, Kongres Amerika Muak dengan Kekacauan Perang Iran: Sudah Cukup!

        "Kepala Dapur SPPI, kalian bertanggung jawab untuk mengawasi. Jangan kau larut ikut main-main juga enggak benar. Benar, jangan anggap enteng. Mata dan telinga saya ada di mana-mana," tegas Prabowo, dikutip Jumat (5/6).

        Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026.

        Kasus yang menjerat Dadan dinilai menjadi alarm serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, termasuk para sarjana penggerak yang ditempatkan di berbagai dapur pelayanan pemenuhan gizi.

        Dalam desain program MBG, SPPI memiliki posisi strategis karena bertugas mendampingi dan mengawasi pelaksanaan program secara langsung di lapangan. Karena itu, Prabowo menegaskan mereka tidak boleh sekadar menjadi pelaksana administratif, melainkan harus berani memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan.

        Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah ingin memperkuat pengawasan internal setelah muncul dugaan penyimpangan di tubuh BGN.

        Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program hingga tingkat paling bawah untuk memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan MBG demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

        Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

        Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi mengungkapkan para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah yayasan yang mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

        Menurut penyidik, sejumlah yayasan yang memperoleh penunjukan sebagai mitra MBG diduga memiliki hubungan dengan petinggi BGN dan tetap diloloskan meskipun tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

        Kejaksaan juga menemukan dugaan bahwa yayasan-yayasan tersebut memperoleh keuntungan dalam jumlah besar dari proses penunjukan tersebut.

        Temuan itu membuat pemerintah kini semakin menaruh perhatian terhadap sistem pengawasan program MBG, termasuk peran SPPI yang berada di garis depan pelaksanaan program.

        Baca Juga: 'Kita Tukar-tukar Data,' Awal Kasus Korupsi MBG Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dibongkar Purbaya

        Dengan peringatan langsung dari Presiden, SPPI kini tidak hanya dituntut memastikan kualitas makanan yang diterima anak-anak Indonesia, tetapi juga menjaga agar program unggulan pemerintah tersebut tidak kembali tercoreng oleh praktik penyimpangan dan korupsi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: