Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kejagung Pastikan Tidak Menyita Puluhan Ribu Motor Listrik Hasil Markup BGN

        Kejagung Pastikan Tidak Menyita Puluhan Ribu Motor Listrik Hasil Markup BGN Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kejaksaan Agung memastikan tidak akan melakukan penyitaan terhadap puluhan ribu unit motor listrik hasil pengadaan Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil karena seluruh kendaraan operasional tersebut saat ini sudah tersebar di berbagai wilayah.

        "Tidak, kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah," ujar Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi.

        Kasus korupsi ini menjerat eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang kedapatan melakukan praktik penggelembungan anggaran (markup). Nilai proyek pengadaan kendaraan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut mencapai Rp1,03 triliun.

        Pihak BGN diketahui telah membayarkan dana fantastis tersebut kepada PT YAT selaku pihak vendor. Namun Kejagung mengungkapkan bahwa PT YAT sebenarnya tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki diler ataupun bengkel aktif.

        "Masih jalan (penggeledahan) nanti disampaikan hasilnya," pungkas Syarief mengenai proses pencarian barang bukti.

        Proyek ini sejak awal telah memicu kontroversi di masyarakat karena bentuk fisik kendaraan yang sangat mirip dengan produk buatan China. Harga motor di pasar luar negeri juga terpantau jauh lebih murah dibandingkan anggaran yang dikeluarkan oleh BGN.

        Salah satu jenis motor trail listrik yang diadakan diduga identik dengan produk bernama Kollter ES1-X PRO. Produk tiruan asal Negeri Tirai Bambu tersebut di situs Alibaba hanya dibanderol dengan harga kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta per unit.

        Baca Juga: Kepala BGN Nanik S. Deyang Diharap Perbaiki Juknis dan Operasional MBG, APJI Siap Dukung

        Model skuter listrik yang diadakan juga terlihat sama persis dengan motor white label buatan Tizhou Okla Automotive. Motor pabrikan Zhejiang tersebut dijual mulai harga USD 2.185 atau sekitar Rp37 juta.

        Nominal harga dari China tersebut jauh lebih murah daripada tipe lokal yang dipasarkan seharga Rp48 juta di Indonesia. Kemiripan kedua motor mencakup hampir seluruh bagian mulai dari lampu utama, windshield, selebor, hingga detail bagian lampu sein.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: