Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kini Trump Tak Segan Memuji Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Sinyal Apa?

        Kini Trump Tak Segan Memuji Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Sinyal Apa? Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kini mulai tak sungkan untuk memuji Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

        Trump juga menyatakan dirinya terbuka untuk menggelar pertemuan langsung dengan Mojtaba Khamenei. Langkah diplomasi tingkat tinggi ini siap diambil dengan catatan kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan damai.

        Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump saat berbicara di hadapan para jurnalis di Gedung Putih pada Kamis (4/6/2026). Trump menegaskan, meski pertemuan tersebut bukan agenda utama yang ia kejar, dirinya tidak keberatan jika kondisi mengharuskan dialog tatap muka terjadi.

        "Saya tidak ingin bertemu. Tetapi, jika memang harus bertemu, saya akan merasa terhormat bisa bertemu dengannya," ujar Trump kepada para reporter. "Saya ingin melihat apakah kita dapat mencapai kesepakatan, tetapi jika kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya. Saya tidak keberatan dengan hal itu."

        Trump juga menyadari posisinya di mata kepemimpinan Teheran, namun ia tetap memberikan apresiasi terhadap figur Mojtaba.

        "Saya rasa saya bukan orang favorit baginya, meski begitu, dia mungkin seorang profesional. Di beberapa kalangan, dia sebenarnya memiliki reputasi yang sangat baik," kata Trump menambahkan.

        Saat disinggung mengenai potensi lokasi pertemuan, termasuk kemungkinan untuk menggelar dialog bilateral tersebut di wilayah Amerika Serikat, Trump mengaku belum membahasnya lebih jauh. Ia meluruskan bahwa ide lokasi tersebut bukan datang dari dirinya, melainkan dari usulan sejumlah pihak lain.

        Sinyal pencairan hubungan antara Washington dan Teheran ini menguat setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan kesaksiannya dalam sidang dengar pendapat bersama Senat AS pada Selasa (2/6/2026).

        Rubio meyakini bahwa suksesor kepemimpinan di Iran tersebut saat ini masih hidup dan mulai menunjukkan peran yang signifikan dalam mengawal komunikasi diplomatik yang tengah berjalan di antara kedua negara.

        "Saya rasa ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat dalam beberapa hal, meski seluruh komunikasinya dilakukan secara tertulis dan melalui perantara," ungkap Rubio di hadapan para anggota parlemen.

        Pernyataan terbuka dari Trump dan Rubio ini menjadi angin segar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, mengingat ketegangan geopolitik yang melibatkan AS dan Iran kerap menjadi pemicu utama fluktuasi keamanan global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: