Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pakar Unpad sebut Israel Kerap Gunakan Isu Agama untuk Tutupi Agresi Militer

        Pakar Unpad sebut Israel Kerap Gunakan Isu Agama untuk Tutupi Agresi Militer Kredit Foto: Al-jazeera
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Situasi di Timur Tengah semakin membara setelah Israel dilaporkan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Iran baru-baru ini.

        Langkah ini diambil hanya berselang beberapa waktu setelah Teheran menghujani pangkalan militer Israel dengan ratusan rudal pada Ahad malam.

        Pakar Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaiman menilai eskalasi ini merupakan buntut dari sikap Israel yang terus mengabaikan berbagai peringatan internasional, termasuk dari Iran.

        Menurut Dina, Iran sebelumnya telah memberikan peringatan keras agar Israel menghentikan agresi militernya di Lebanon. Namun, peringatan tersebut diabaikan. Israel justru meningkatkan intensitas serangannya dengan mengebom wilayah Dahieh di Ibu Kota Beirut, Lebanon.

        "Israel sudah diperingatkan Iran agar tidak menyerang Lebanon lagi. Israel mengabaikan peringatan itu, dan tetap mengebom Dahieh, Beirut," ujar Dina.

        Sebagai respons atas pengeboman Beirut, Iran kemudian mengambil tindakan tegas dengan meluncurkan serangan rudal secara langsung ke arah pangkalan militer Israel pada Ahad malam, sebelum akhirnya Israel kembali membalas serangan tersebut.

        Dina juga menyoroti pola tindakan atau logika yang diterapkan oleh rezim Zionis Israel dalam memicu perang regional di kawasan Timur Tengah

        Menurut penuturannya, ada garis merah kronologis yang memperlihatkan bagaimana Israel menjadi pemantik meluasnya konflik diantaranya memicu Perang Multi-Front, Israel secara aktif memulai perang regional dengan menyerang berbagai negara, mulai dari Gaza, Lebanon, Suriah, hingga akhirnya menyasar Iran.

        "Tel Aviv dinilai berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah diupayakan. Militer juga Israel melakukan pengeboman hampir setiap hari di wilayah Lebanon Selatan dan puncaknya membombardir Beirut," tambahnya.

        Tak hanya itu, Dina menuding Israel secara terang-terangan menggagalkan upaya negosiasi damai yang tengah dibangun oleh Amerika Serikat dengan Iran.

        Di sisi lain, Dina mengkritik narasi yang dibangun oleh para pendukung Zionis di ruang publik. Ketika Iran melakukan serangan balasan sebagai respons atas pengeboman Beirut, para pendukung Israel kerap mengalihkan isu politik dan militer ini ke ranah sentimen keagamaan.

        Para pendukung Israel sering kali mengklaim bahwa mereka diserang karena kebencian terhadap agama, serta menyerukan kampanye melawan terorisme demi melindungi keamanan Israel.

        "Lalu para pendukung Zionis Israel berkata: 'Mereka menyerang kami karena kebencian terhadap agama kami. Kita harus menyebarkan toleransi di kalangan Muslim, supaya tidak ada lagi kebencian! Kita harus melawan terorisme! Keamanan Israel harus dilindungi!'" pungkas Dina, menggambarkan bias narasi yang kerap muncul di tengah konflik Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: