Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dipaksa Pulang-Pergi Sehari, Timnas Iran Dibikin 'Pincang' Amerika di Piala Dunia 2026

        Dipaksa Pulang-Pergi Sehari, Timnas Iran Dibikin 'Pincang' Amerika di Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Piala Dunia 2026 menjadi tantangan yang tidak biasa bagi Timnas Iran. Di tengah memanasnya hubungan politik antara Teheran dan Washington, skuad Team Melli dilaporkan harus menjalani aturan khusus yang memaksa mereka pulang-pergi dari Meksiko ke Amerika Serikat (AS) hanya untuk memainkan pertandingan.

        Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh mengungkapkan bahwa anggota Timnas Iran tidak diperbolehkan berada di wilayah Amerika Serikat secara bebas selama turnamen berlangsung.

        Baca Juga: 'Selama Ini Dipojokkan,' Sony Sanjaya Mengaku Hanya 'Korban' dalam Kasus Korupsi MBG

        Menurutnya, skuad Iran hanya diizinkan masuk ke Amerika Serikat pada hari pertandingan dan harus segera meninggalkan negara tersebut setelah laga selesai.

        “Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus keluar lagi pada hari yang sama,” kata Pasandideh, dikutip Selasa (9/6).

        Kebijakan tersebut muncul di tengah hubungan yang masih tegang antara Amerika Serikat dan Iran meski kedua negara sedang menjalani proses negosiasi diplomatik pasca konflik beberapa bulan terakhir.

        Ketegangan meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu yang memicu perang selama berbulan-bulan. Dampaknya kini merembet hingga ke ajang olahraga terbesar dunia.

        Akibat pembatasan tersebut, Federasi Sepak Bola Iran terpaksa mengubah rencana persiapan mereka menjelang Piala Dunia 2026.

        Awalnya, Iran berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai lokasi pemusatan latihan resmi selama turnamen berlangsung. Namun rencana itu akhirnya dibatalkan karena ketidakpastian terkait akses masuk ke Amerika Serikat.

        Sebagai gantinya, Iran memindahkan markas tim ke Meksiko, tepatnya di wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Amerika Serikat.

        Keputusan itu membuat para pemain harus melakukan perjalanan lintas negara setiap kali menjalani pertandingan.

        Iran dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Dua pertandingan berlangsung di Los Angeles, California, sementara satu laga lainnya digelar di Seattle, Washington.

        Artinya, setiap pertandingan berpotensi membuat skuad Iran harus bolak-balik dari markas mereka di Meksiko menuju kota tuan rumah pertandingan sebelum kembali lagi setelah laga berakhir.

        Situasi tersebut menjadi salah satu hambatan terbesar yang dihadapi Iran menjelang turnamen. Selain harus beradaptasi dengan jadwal perjalanan yang lebih rumit, tim juga kehilangan kesempatan untuk menjalani persiapan penuh di lokasi pertandingan seperti yang dilakukan sebagian besar peserta lainnya.

        Meski gencatan senjata telah berlaku dan pembicaraan damai antara Washington dan Teheran masih berlangsung, kebijakan perjalanan terhadap Timnas Iran menunjukkan bahwa dampak konflik politik masih membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

        Baca Juga: 'Saya Tak Pernah Jamin,' Trump Dituduh Lupakan Janji Kampanye Sendiri Gegara Perang Iran-Amerika

        Bagi Iran, perjuangan di turnamen kali ini tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga dimulai sejak mereka melintasi perbatasan untuk sekadar memainkan pertandingan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: