Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Bergairah, Melesat 1,48% ke Level 5.421 di Awal Perdagangan

        IHSG Dibuka Bergairah, Melesat 1,48% ke Level 5.421 di Awal Perdagangan Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tajam pada perdagangan awal pekan. Berdasarkan data RTI Business pada pukul 09.01 WIB, indeks langsung melonjak +78,930 poin atau naik signifikan sebesar 1,48% ke level 5.421.

        Sejak pembukaan, IHSG bergerak nyaman di zona hijau. Indeks dibuka di level 5.344 yang sekaligus menjadi level terendahnya (low) sejauh ini. Tak butuh waktu lama, aksi beli investor langsung mendorong IHSG meroket hingga menyentuh level tertinggi (high) di 5.422.

        Aktivitas pasar di menit-menit awal terpantau sangat dinamis. Nilai transaksi mencapai Rp984,961 miliar,volume saham yang ditransaksikan sebanyak 1,076 miliar lembar saham dengan total frekuensi perdagangan trcatat sebanyak 69.226 kali transaksi. Adapun total kapitalisasi pasar berada di angka Rp9.554,909 triliun.

        Lonjakan IHSG pagi ini ditopang oleh dominasi saham-saham yang bergerak menguat. Di mana mayoritas 301 saham menguat, 157 saham melemah dan 217 saham tidak bergerak atau stagnan.

        Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, secara teknikal pergerakan IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI meskipun fase downtrend terbentuk. Sementara itu, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume.

        "Dari domestik, para pelaku pasar mencerna beberapa rumor dan ketidakjelasan kebijakan pemerintah, termasuk kekhawatiran terkait revisi UU P2SK yang dinilai berpotensi mengganggu independensi lembaga keuangan," kata dia dalam analisanya.

        Sebelumnya, realisasi defisit APBN hingga Mei 2026 yang mencatat pada Rp180,4 triliun (0,7% dari PDB) menyebabkan terjadinya capital outflow. Di sisi lain, para pelaku pasar juga mencerna data cadangan devisa per Mei 2026 yang dijadwalkan rilis pada Senin ini sangat krusial bagi Bank Indonesia dalam melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang belakangan ini bertengger di atas Rp18000 per USD.

        Baca Juga: IHSG Masih Rawan Lanjutkan Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Ini

        Baca Juga: Pasar Saham Merah Menyala, 701 Emiten Melemah IHSG Drop 4,42%

        Dari global, hasil perilisan US Nonfarm Payrolls per Mei pada akhir pekan lalu yang melonjak sebanyak 172.000 pekerjaan, jauh melampaui consensus di kisaran 85.000 pekerjaan, memperkokoh narasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga menyebabkan yield obligasi AS cenderung naik. 

        Di sisi lain, sentimen risk-off di pasar global diperparah oleh situasi di Timur Tengah yang kembali memanas, dimana kebuntuan dalam negosiasi damai antara AS-Iran, serta penolakan gencatan senjata Israel-Lebanon oleh kelompok Hizbullah membuat investor global cenderung bersikap prudent.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: