Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren pelemahannya dengan terkoreksi 4,20% ke level 5.594. Pergerakan indeks juga masih didominasi oleh tekanan jual yang cukup kuat.
Secara mingguan, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 8,69% yang turut disertai peningkatan tekanan jual. Kondisi ini mengindikasikan sentimen pasar yang masih cenderung negatif dan minim katalis untuk mendorong penguatan indeks dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa indeks masih berisiko melanjutkan tren penurunannya menuju area 5.395-5.412.
"Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5,395-5,412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara monthly," tulis risetnya dikutip Selasa (9/6/2026).
Pelaku pasar pun perlu mencermati sejumlah level teknikal utama. Area support IHSG berada di level 5.517 dan 5.381. Sementara itu, level resistance berada pada 5.941 dan 6.588.
Baca Juga: Pasar Saham Merah Menyala, 701 Emiten Melemah IHSG Drop 4,42%
Baca Juga: Program Liquidity Provider Digas, BEI Klaim Transaksi Harian Saham Naik
Di tengah tekanan yang masih membayangi pergerakan IHSG, sejumlah saham komoditas dinilai menarik untuk dicermati.
Saham-saham seperti ANTM, BRMS, dan MBMA berpeluang dimanfaatkan untuk strategi buy on weakness, sementara DAAZ direkomendasikan sell on strength seiring potensi koreksi yang mulai terbuka.
- ANTM - Buy on Weakness
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 0,36% ke level 2.750 dan disertai munculnya tekanan jual. Secara teknikal, posisi ANTM diperkirakan sedang berada pada awal wave 4 dari wave (C), sehingga masih berpotensi mengalami koreksi terbatas sebelum melanjutkan tren kenaikan.
Rekomendasi: Buy on Weakness 2.690-2.740
Target Price: 3.020 dan 3.200
Stop Loss: Di bawah 2.630
- BRMS - Buy on Weakness
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 1,92% ke level 510 dan masih didominasi tekanan jual. Meski demikian, posisi saham diperkirakan tengah berada pada bagian awal wave 4 dari wave (C), yang membuka peluang akumulasi saat harga melemah.
Rekomendasi: Buy on Weakness 494-510
Target Price: 610 dan 660
Stop Loss: Di bawah 482
- MBMA - Buy on Weakness
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 0,46% ke level 434 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Secara teknikal, saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B), sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka.
Rekomendasi: Buy on Weakness 390-418
Target Price: 472 dan 520
Stop Loss: Di bawah 374
- DAAZ - Sell on Strength
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melonjak 7,60% ke level 1.840 dan masih ditopang volume pembelian yang kuat. Namun, laju kenaikan saham ini masih tertahan oleh area MA20.
Secara teknikal, DAAZ diperkirakan sedang berada pada bagian wave 5 dari wave (C), sehingga berisiko mengalami pembalikan arah dan terkoreksi menuju area 860-1.135.
Rekomendasi: Sell on Strength 1.930-2.070
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: