Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026), setelah sehari sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.177 per dolar AS atau menguat 10,5 poin setara 0,06% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Penguatan tersebut terjadi di tengah pergerakan positif mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Di kawasan Asia, won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,58% terhadap dolar AS. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh ringgit Malaysia yang menguat 0,36%, serta baht Thailand menguat 0,14%.
Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,09%, peso Filipina 0,06%, dan yuan China yang naik 0,04%.
Baca Juga: Pedagang Tahu-Tempe Tertekan, Pemerintah Pilih Jaga Rupiah Ketimbang Beri Bantuan
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000, Amran Malah Anggap Jadi Peluang untuk Dongkrak Pendapatan Petani
Meski demikian, tidak semua mata uang Asia bergerak di zona hijau. Dolar Taiwan menjadi mata uang yang mengalami pelemahan terdalam terhadap dolar AS sebesar 0,11%. Yen Jepang juga melemah 0,03%, sementara dolar Hong Kong terkoreksi sekitar 0,02%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: