Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Akan Ada Lonjakan Gegara Naiknya Harga Pertamax, Purbaya: Kan Enggak Dipakai Angkutan Barang

        Tak Akan Ada Lonjakan Gegara Naiknya Harga Pertamax, Purbaya: Kan Enggak Dipakai Angkutan Barang Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini lonjakan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax tidak akan mengguncang perekonomian nasional secara signifikan. Menurutnya, dampak kenaikan harga tersebut terhadap inflasi diperkirakan tetap terbatas karena Pertamax bukan bahan bakar utama yang digunakan dalam sektor transportasi publik maupun distribusi barang.

        Pernyataan itu disampaikan Purbaya menyusul keputusan PT Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga Pertamax secara signifikan mulai Rabu (10/6/2026).

        Baca Juga: Meledak! SPBU BP Susul Pertamina Naikkan Harga BBM

        Menurut Purbaya, salah satu faktor utama yang menentukan besarnya dampak inflasi dari kenaikan harga BBM adalah keterkaitannya dengan rantai distribusi barang dan jasa. Dalam kasus Pertamax, ia menilai efek rambatannya tidak sebesar BBM yang digunakan oleh kendaraan logistik maupun angkutan umum.

        "Dampaknya harusnya relatif minim karena kan Pertamax enggak dipakai angkutan barang. Harusnya limited karena bukan buat angkutan umum, angkutan barang juga enggak pakai," ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen DPR RI, Rabu (10/6).

        Pandangan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah melihat kenaikan harga Pertamax lebih banyak berdampak langsung kepada pengguna kendaraan pribadi dibandingkan memicu kenaikan harga barang secara luas di masyarakat.

        Karena tidak menjadi bahan bakar utama armada distribusi maupun transportasi publik, pemerintah memperkirakan tekanan terhadap inflasi nasional akan lebih terkendali dibandingkan jika yang mengalami kenaikan adalah BBM bersubsidi atau BBM yang digunakan sektor logistik.

        Meski demikian, kenaikan harga Pertamax kali ini tergolong cukup tajam. PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

        Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian harga dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

        Pertamina menjelaskan penyesuaian harga tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian BBM non-subsidi.

        Di tengah kenaikan BBM non-subsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi tetap berada di level Rp6.800 per liter.

        Adapun Purbaya juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kemungkinan pemerintah menyiapkan stimulus khusus guna meredam dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap masyarakat.

        Baca Juga: Termasuk Pusat Komando, Iran Hancurkan Hanggar Jet Tempur F-35 Milik Amerika Serikat

        Meski harga Pertamax melonjak cukup tinggi, pemerintah tampaknya masih percaya bahwa stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga karena sektor transportasi barang dan layanan publik masih ditopang oleh BBM lain yang tidak mengalami kenaikan harga. Dengan kata lain, beban terbesar dari penyesuaian harga kali ini diperkirakan akan dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, bukan oleh rantai distribusi ekonomi secara keseluruhan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: