Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tantangan Besar Kemenperin: Target Industri Tumbuh 7,75%, Tapi Anggaran Justru Turun 19,5%

        Tantangan Besar Kemenperin: Target Industri Tumbuh 7,75%, Tapi Anggaran Justru Turun 19,5% Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menghadapi tantangan besar pada 2027. Di tengah penurunan pagu anggaran, pemerintah tetap menetapkan target pertumbuhan industri pengolahan yang cukup tinggi, yakni mencapai 7,75 persen.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, pagu indikatif Kemenperin untuk tahun 2027 sebesar Rp2,01 triliun. Angka tersebut turun Rp488,16 miliar atau sekitar 19,5 persen dibandingkan pagu awal tahun 2026 yang mencapai Rp2,5 triliun.

        "Pada tahun 2027 kami memperoleh pagu indikatif sebesar Rp2,01 triliun atau turun sebesar Rp488,16 miliar setara 19,5 persen dibandingkan pagu awal tahun 2026," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (10/6/2026).

        Di sisi lain, pemerintah telah menetapkan sejumlah target kinerja sektor industri yang harus dicapai pada 2027. Salah satu yang paling menonjol adalah target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan sebesar 7,75 persen.

        Selain itu, pemerintah juga menargetkan rasio industri pengolahan nonmigas terhadap PDB sebesar 19,15 persen, kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas terhadap total ekspor sebesar 75,10 persen, serta investasi sektor industri pengolahan nonmigas mencapai Rp930,6 triliun.

        Baca Juga: Kemenperin Buka Jalan Pelaku Industri Kecil Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik

        Menurut Agus, sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung strategi pembangunan nasional karena berperan dalam meningkatkan nilai tambah, mendorong hilirisasi, memperkuat ekspor, dan memperbesar investasi.

        "Kami melihat sektor industri pengolahan memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan nilai tambah, hilirisasi, investasi, ekspor, serta penguatan posisi Indonesia dalam rantai nilai global," ujarnya.

        Namun, keterbatasan anggaran dinilai dapat memengaruhi ruang gerak kementerian dalam menjalankan berbagai program prioritas. Agus menjelaskan bahwa porsi belanja pegawai dan operasional dasar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

        Jika pada 2023 belanja pegawai dan operasional hanya menyerap sekitar 25 persen anggaran, pada pagu indikatif 2027 porsinya mencapai lebih dari 73 persen. Kondisi tersebut membuat ruang fiskal untuk belanja nonoperasional atau program-program strategis semakin terbatas.

        "Belanja nonoperasional merupakan komponen penting yang menentukan kemampuan Kementerian Perindustrian dalam melaksanakan berbagai program prioritas dan mendukung pencapaian prioritas nasional," kata Agus.

        Program-program yang menjadi fokus Kemenperin pada 2027 antara lain pembangunan sumber daya manusia industri, penguatan industri kecil dan menengah (IKM), hilirisasi berbasis sumber daya alam, transformasi industri 4.0, pengembangan industri halal, peningkatan ekspor manufaktur, hingga percepatan industri hijau.

        Baca Juga: Kemenperin Bangun Lembaga Verifikasi Emisi Terakreditasi untuk Percepat Dekarbonisasi Industri

        Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Kemenperin mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun. Dana tambahan itu akan digunakan untuk sejumlah program prioritas, termasuk restrukturisasi mesin dan peralatan industri, penguatan hilirisasi, pengembangan IKM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi industri.

        Agus menegaskan, tambahan anggaran diperlukan agar target-target industri yang telah ditetapkan pemerintah dapat dicapai secara optimal.

        "Kami mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun untuk memperkuat pelaksanaan program-program prioritas yang berdampak langsung bagi peningkatan produktivitas, peningkatan daya saing, program hilirisasi, penguatan industri kecil menengah, pengembangan sumber daya manusia industri, serta transformasi industri nasional," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: