Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wamenlu: Tawaran Mediasi Prabowo untuk AS-Iran Tetap Berlaku

        Wamenlu: Tawaran Mediasi Prabowo untuk AS-Iran Tetap Berlaku Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menegaskan peluang Presiden Prabowo Subianto untuk berperan sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih terbuka. Namun, upaya tersebut bergantung pada kesediaan seluruh pihak yang terlibat untuk menerima proses mediasi.

        “Tawaran selalu terbuka, tetapi tentunya hal tersebut memerlukan kesepakatan dari semua pihak,” kata Arrmanatha Nasir usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (11/6/2026) dikutip dari ANTARA.

        Menurut Arrmanatha, tawaran mediasi yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan bentuk niat baik Indonesia untuk membantu meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan AS, Iran, dan Israel dinilai memiliki dampak luas, tidak hanya bagi negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga bagi stabilitas global.

        Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo sejak awal menunjukkan kesiapan untuk menggunakan jasa baik Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

        “Ini adalah niat baik dari Presiden Prabowo, di mana beliau selalu mengatakan siap memberi jasa baiknya,” ujar Arrmanatha yang akrab disapa Tata.

        Peluang Indonesia mengambil peran mediasi kembali mencuat setelah bentrokan antara pasukan Iran dan AS kembali terjadi pada Kamis (11/6) dini hari waktu setempat di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman. Eskalasi terbaru tersebut memicu ketegangan baru, termasuk penutupan Selat Hormuz untuk pelayaran komersial yang diumumkan oleh Markas Besar Khatam al-Anbiya.

        Di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia terus menyerukan penghentian konflik dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar. Arrmanatha mengatakan Indonesia sangat menyayangkan kembali pecahnya kontak senjata setelah sebelumnya sempat terjadi gencatan senjata dan proses negosiasi.

        “Kita pun kembali menyerukan agar semua pihak segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan,” katanya.

        Baca Juga: PDIP Sarankan Ini untuk Prabowo Perkuat Diplomasi dan Kepentingan Ekonomi Nasional

        Sebelumnya, ketika konflik AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari lalu, Presiden Prabowo telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan keamanan kawasan. Kementerian Luar Negeri saat itu bahkan menyebut Presiden Indonesia bersedia berkunjung ke Teheran untuk menjalankan misi mediasi.

        Langkah tersebut dinilai sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia. Dengan menjaga komunikasi yang baik dengan berbagai pihak dan tidak berpihak pada salah satu kubu, Indonesia berupaya menempatkan diri sebagai pihak yang dapat menjembatani dialog demi mendorong penyelesaian damai konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: