Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sumur Rakyat Berpotensi Dongkrak Produksi Minyak Aceh

Sumur Rakyat Berpotensi Dongkrak Produksi Minyak Aceh Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) berharap produksi minyak dari sumur rakyat dapat menambah capaian produksi migas Aceh pada 2026. Tambahan tersebut dibutuhkan setelah operasional sejumlah wilayah kerja terganggu banjir selama hampir tiga bulan.

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra, mengatakan gangguan tersebut menyebabkan produksi Aceh mengalami ketertinggalan. Karena itu, minyak dari sumur rakyat yang telah dilegalkan dan diverifikasi diharapkan dapat dicatat sebagai bagian dari produksi BPMA.

“Menarik ini. Kita juga bukan apa karena di sisinya BPMA ini akan jadi tambahan produksi kita. Kita kan udah collaps kemarin tuh yang gara-gara tiga bulan itu yang kasus banjir. Nah ini rencana kita kalau emang ini ada, ini bisa mengejar ketertinggalan kita yang sebelumnya,” kata Nizar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (27/7/2026).

Pada 2026, BPMA menargetkan produksi migas gabungan sebesar 10.519 barel setara minyak per hari (BOEPD), terdiri atas minyak 1.876 barel per hari (BOPD) dan gas 48,40 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Target minyak tersebut lebih tinggi dibandingkan target 2025 sebesar 1.665 BOPD. Namun, Nizar mengakui target produksi tahun ini kemungkinan sulit tercapai karena kehilangan produksi selama banjir tidak dapat sepenuhnya dikejar.

“Ya tahun ini tapi kita udah declare kemungkinan besar kita enggak tercapai. Kan kita musti bilang kan kan kita bisa ngitung setahun ini berapa ada maksimum produksi kita kan? Nah ya karena udah kemarin kosong hampir tiga bulan sisanya kan kita enggak bisa ngejar. Nah kalau ada sumur masyarakat ini bisa kita masukkan sebagai hasil produksinya kita. Ini salah satu clue-nyalah,” ujarnya.

Menurut Nizar, tambahan dari sumur rakyat hanya akan menopang produksi minyak. Adapun kekurangan produksi gas tidak dapat digantikan karena membutuhkan infrastruktur dan proses penanganan berbeda.

Potensi produksi sumur rakyat di Aceh diperkirakan mencapai 1.000 sampai 1.500 BOPD. Namun, angka tersebut masih berupa hitungan kasar berdasarkan laporan produksi puncak masyarakat dan belum dapat dicatat sebagai produksi resmi sebelum proses verifikasi selesai.

Baca Juga: Medco Dikabarkan Bakal Sedot Sumur Rakyat di Aceh Timur

Baca Juga: Sambangi Aceh, Brantas Abipraya Bakal Percepat Penyediaan Huntara bagi Masyarakat Terdampak

“Kalau kita hitung kemungkinan saya pikir itu paling 1.000-an atau 1.500-an. Tapi di waktu hari itu ya,” katanya.

Untuk tahap awal, BPMA memprioritaskan sumur rakyat di Aceh Timur yang dikelola Koperasi Tata Seramo Peureulak. Minyaknya direncanakan diserap PT Medco Energi Internasional Tbk., sedangkan PT Pema Global Energi akan menangani produksi dari Aceh Utara dan kemungkinan Bireuen.

Sebelum penyerapan dimulai, BPMA bersama kepolisian, koperasi, dan kontraktor kontrak kerja sama akan memverifikasi lokasi, jumlah, serta kepemilikan sumur. Proses tersebut ditargetkan selesai paling cepat pada akhir Agustus 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra