Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Partai Besar Diminta 'Nakal' Terhadap Prabowo-Gibran

        Partai Besar Diminta 'Nakal' Terhadap Prabowo-Gibran Kredit Foto: Instagram/Sammy Notaslimboy
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komedian Sam Darma Putra Ginting atau akrab disapa Sammy Notaslimboy mendorong partai-partai besar untuk berani bersikap kritis terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Sammy menilai partai dengan basis massa jelas seharusnya tidak sekadar mengikuti arus kekuasaan, melainkan berpihak pada kepentingan rakyat.

        "Partai-partai yang basis massanya jelas dan besar, mulailah “nakal” sama Prabowo-Gibran. Berpihaklah pada rakyat," tulis Sammy di akun X pribadinya, dikutip Jumat (12/6).

        Ia juga menyoroti posisi Gibran yang dianggap tidak memiliki basis massa sendiri. "Apalagi tuh Gibran, gak punya basis massa. Jokowi aja masih usaha ngegedein PSI. Kenapa pada manut aja sih… heran," imbuhnya.

        Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa akan menggelar aksi bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

        Aksi tersebut merupakan akumulasi keresahan masyarakat atas kenaikan harga BBM non-subsidi per Rabu (10/6/2026) serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp18.000.

        Dalam aksi itu, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, diantaranya:

        1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

        Baca Juga: Prabowo Dorong LPG Beralih ke CNG di Tengah Gejolak Global, BBM Subsidi Tetap Ditahan

        2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)

        3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

        4. Menghentikan militerisme di ranah sipil

        5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: