Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasokan Listrik Masih Sering Terganggu, RI Terancam Sulit Jaring Investasi Data Center

        Pasokan Listrik Masih Sering Terganggu, RI Terancam Sulit Jaring Investasi Data Center Kredit Foto: PT PLN (Persero)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kualitas pasokan listrik PT PLN (Persero) dinilai belum sepenuhnya memadai untuk memenuhi kebutuhan industri data center yang membutuhkan pasokan listrik berstandar tinggi dan beroperasi tanpa gangguan selama 24 jam. Kondisi ini dinilai berpotensi menjadi tantangan bagi upaya Indonesia menarik investasi pusat data yang tengah berkembang pesat.

        Chief Executive Officer (CEO), IESR Fabby Tumiwa, mengatakan data center membutuhkan kualitas listrik yang jauh lebih ketat dibandingkan sektor komersial maupun industri pada umumnya. Menurutnya, perangkat teknologi informasi yang digunakan di pusat data sangat sensitif terhadap gangguan pasokan listrik.

        "Data Center memerlukan listrik dengan kualitas yang sangat tinggi, jauh lebih ketat kualitasnya dibandingkan dengan beban komersial dan industri lainnya. Perangkat IT lazimnya sangat sensitif terhadap gangguan," ujar Fabby kepada Warta Ekonomi, Jumat (12/6/2026).

        Ia menjelaskan, data center membutuhkan pasokan listrik yang kontinu tanpa interupsi, memiliki tegangan dan frekuensi yang stabil, tingkat distorsi yang sangat rendah, serta didukung sistem pasokan cadangan yang memadai.

        Namun, Fabby menilai kondisi kelistrikan yang terjadi belakangan ini menunjukkan kualitas dan keandalan pasokan listrik nasional masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri pusat data.

        "Dengan kondisi pemadaman bergilir dan turunnya kualitas listrik (tegangan dan frekuensi) belakangan ini di sistem Jawa Bali atau gangguan di Sumatra, menunjukkan kehandalan listrik PLN rendah dan belum seluruhnya memenuhi kebutuhan listrik data center," katanya.

        Menurut Fabby, pembenahan kualitas pasokan listrik perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar Indonesia tidak kehilangan peluang investasi di sektor data center.

        "Saya mendesak pemerintah untuk serius membenahi kualitas listrik PLN sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik DC kalau tidak ingin ditinggal oleh para pelaku, pengembang dan investor ke negara lain. Kita akan rugi luar biasa kalau ini terjadi," tegasnya.

        Senada, Senior Lecturer Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia Eko Adhi Setiawan mengatakan keandalan dan kualitas pasokan listrik merupakan faktor utama bagi operasional data center yang melayani berbagai layanan digital dengan standar global.

        Menurut Eko, meskipun data center umumnya telah dilengkapi sistem cadangan seperti uninterruptible power supply (UPS), genset, dan baterai berkapasitas besar, pasokan listrik dari PLN tetap menjadi komponen utama yang menentukan efisiensi operasional.

        "Jika listrik dari PLN padam sistem di DC sudah dipersiapkan secara berlapis agar tak menimbulkan gangguan di DC. Mereka sudah siapkan UPS, genset dan juga baterai kapasitas besar. Namun demikian layanan dari PLN tetap jadi prioritas," ujarnya ke Warta Ekonomi. 

        Baca Juga: Pengamat Sebut Kualitas Listrik PLN Riskan untuk Data Center

        Baca Juga: PLN Tuntaskan Kelistrikan Telukjambe, Dukung Ekspansi Industri dan Data Center di Jawa Barat

        Ia menambahkan, gangguan pasokan listrik yang berulang dapat meningkatkan biaya operasional dan memengaruhi kepercayaan investor terhadap kesiapan infrastruktur digital nasional.

        "Data center merupakan bagian dari infrastruktur digital yang bekerja dalam standar global. Jadi gangguan listrik berulang bukan hanya berdampak pada biaya operasional, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi dan kepercayaan investor terhadap kesiapan infrastruktur digital di sebuah negara," kata Eko.

        Sementara itu, Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara menilai PLN perlu memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung kawasan industri dan pusat data yang membutuhkan kontinuitas energi dalam jangka panjang.

        Menurut Bhima, gangguan listrik yang berulang dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.

        "Jangan sampai ada blackout lagi karena kalau ada blackout itu yang dirugikan adalah pelaku industri. Nanti mereka berpikir ulang untuk kerja sama dengan PLN karena ada biaya produksi yang terganggu dan ada ketidakpastian pasokan listrik," kata Dia ke Warta Ekonomi.

        Sorotan terhadap kualitas dan keandalan listrik PLN muncul di tengah agresifnya perseroan menggarap pasar data center yang kebutuhan listriknya terus meningkat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan ekonomi digital.

        Sejumlah kontrak pasokan listrik berskala besar telah diteken PLN dengan pengembang data center. Salah satunya penyediaan pasokan listrik sebesar 2x725 megavolt ampere (MVA) beserta layanan listrik premium untuk fasilitas data center milik Digital Edge Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.

        PLN juga menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) untuk pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) guna mendukung kawasan data center berbasis AI dan layanan digital di Indonesia.

        Pada tahap awal, PLN akan memasok listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Selanjutnya, kapasitas akan diperkuat melalui tambahan pasokan 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan dan pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di kawasan Suryacipta, Jawa Barat.

        Selain itu, melalui PLN Batam, perseroan juga mendukung pengembangan proyek data center global milik PT Digitalland Service One (DayOne) di kawasan Kabil Industrial Estate, Batam. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas mencapai 511 MVA, yang menjadi salah satu kontrak penyediaan listrik terbesar untuk data center di Indonesia.

        Besarnya kapasitas listrik yang dibutuhkan sejumlah proyek pusat data tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan keandalan pasokan listrik akan menjadi faktor krusial dalam mendukung ambisi Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi data center di kawasan Asia Tenggara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: