Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jateng Diguyur Rp15 Triliun untuk Industri EV oleh Investor China

        Jateng Diguyur Rp15 Triliun untuk Industri EV oleh Investor China Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Industri kendaraan listrik di Jawa Tengah kembali mendapat dorongan melalui masuknya investasi dari investor asal China senilai sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan ekosistem electric vehicle (EV) di Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal.

        Suntikan investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dengan PT New Generation Mobility (NGM), serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

        Penandatanganan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin.

        Ketiga perusahaan akan berkolaborasi dalam pengembangan produk kendaraan listrik yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja.

        Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan arus investasi di Jawa Tengah tetap tumbuh di tengah dinamika geopolitik internasional dan tekanan fiskal. Menurut dia, masuknya investasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat sekitar.

        Ia menilai investasi tersebut juga menjadi langkah strategis karena mengintegrasikan industri kendaraan listrik dengan energi terbarukan.

        "Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan," ujar Luthfi dikutip dari ANTARA.

        Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer Kendal Bryan W Sudarwo mengatakan investasi tersebut akan memperkuat pengembangan kawasan industri yang berfokus pada sektor EV.

        Pengembangan industri yang dilakukan mencakup rantai pasok kendaraan listrik secara terintegrasi, mulai dari produksi baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.

        "Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," katanya.

        Bryan menambahkan, pengembangan KIS Kendal diproyeksikan menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja dengan prioritas utama bagi tenaga kerja lokal.

        Selain itu, pengembangan industri EV tersebut juga diharapkan mendorong transfer teknologi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga di atas 50 persen.

        Sementara itu, perwakilan PT NGM Hadi Hartanto menyebut Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi investasi karena letaknya yang strategis di Pulau Jawa, kondisi sosial yang kondusif, serta kemudahan perizinan.

        Baca Juga: Usai Didemo Warga Blora, Gubernur Jateng Akhirnya Segera Perbaiki Jalan Randublatung-Cepu

        Menurut dia, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal juga menjadi faktor penting yang menarik minat investor.

        Hadi menilai industri kendaraan listrik di Indonesia memiliki potensi besar sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara terintegrasi dan didukung hilirisasi, baik pada sektor kendaraan, elektrikal, maupun baterai.

        "Tiga hal ini harus kuat kalau ingin mendorong transformasi ke kendaraan listrik," katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: