Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

INDEF Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Pasar Mobil Listrik Impor

INDEF Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Pasar Mobil Listrik Impor Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia diingatkan agar tidak hanya menjadi pasar bagi produk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) impor di tengah meningkatnya tren penggunaan kendaraan listrik nasional. Terlebih, pemerintah juga aktif memberikan berbagai insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, mulai dari PPnBM dan PPN ditanggung pemerintah, pembebasan bea impor, hingga pengecualian aturan ganjil-genap.

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho, mengatakan kebijakan insentif kendaraan listrik harus diikuti komitmen investasi dan penguatan industri domestik.

“Jadi bukan sekadar memberikan karpet merah bagi kendaraan impor. Mereka yang masuk harus punya komitmen investasi dan membangun pabrik di Indonesia,” ujar Andry dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).

Ia menilai, mulai 2026 produsen kendaraan listrik yang ingin tetap memperoleh insentif diwajibkan membangun fasilitas produksi di Indonesia agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar konsumsi global.

Sebagai negara dengan cadangan nikel besar yang merupakan bahan baku utama baterai EV, Indonesia dinilai memiliki peluang strategis dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Andry mengatakan, industri baterai kendaraan listrik kini mulai berkembang melalui kerja sama perusahaan nasional dengan produsen baterai asal Tiongkok. Namun, tantangan berikutnya adalah meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Baca Juga: Purbaya Siapkan Insentif 200 Ribu untuk Mobil EV dan Motor Listrik di Awal Juni

Baca Juga: Astra Yakin Tetap Raja Otomotif RI Meski EV China dan Korea Menyerbu

Baca Juga: EV Dikenakan Objek Pajak, INDEF: Bertentangan dengan Visi Presiden

Untuk mendorong penyebaran EV, campur tangan pemerintah dinilai menjadi faktor penting. Namun, wacana pengenaan pajak daerah terhadap kendaraan listrik dinilai berpotensi memperlambat adopsi EV di Indonesia.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi kebijakan agar masyarakat tidak semakin ragu untuk beralih ke kendaraan listrik,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri