Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sambut 1 Muharram 1448 H, Jemaah Bisa Saksikan Pergantian Kain Kiswah Ka'bah di Mataf Garapan Waskita Karya

        Sambut 1 Muharram 1448 H, Jemaah Bisa Saksikan Pergantian Kain Kiswah Ka'bah di Mataf Garapan Waskita Karya Kredit Foto: Dokumen: Waskita Karya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah membangun sejumlah infrastruktur di kawasan Timur Tengah. Salah satu yang paling monumental yaitu renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka'bah atau mataf di Masjidil Haram, Mekah.

        Konstruksi yang dikerjakan pada 2013 tersebut merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi. Pengerjaan itu bertujuan agar dapat menampung lebih banyak orang, sehingga para jemaah bisa beribadah lebih tenang dan nyaman selama di sana.

        "Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Perluasan mataf ini bagi Waskita bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional," ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).

        Tidak hanya saat musim haji, Masjidil Haram selalu dipadati umat Muslim dari seluruh dunia yang ingin beribadah sekaligus melihat atau menyentuh Ka'bah secara langsung. Pada malam 1 Muharram 1448 Hijriah (H) yang jatuh pada 16 Juni 2026,  jemaah juga bisa menyaksikan pergantian kiswah atau kain penutup Ka'bah.

        Baca Juga: Waskita Karya Kerahkan 11.000 Lebih Pekerja, Dorong Percepatan Proyek Sekolah Rakyat di Empat Provinsi Indonesia

        Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan, pergantian kiswaf yang sebelumnya dilakukan setiap 9 Dzulhijjah, dipindah ke 1 Muharram. Perubahan ini dilakukan guna menyambut datangnya Tahun Baru Islam dengan tampilan Ka'bah yang baru dan bersih.

        "Kontribusi Waskita Karya pada pembangunan kawasan suci yang menjadi pusat orientasi ibadah umat Islam dunia merupakan manifestasi dan kompetensi, kredibilitas, dan daya saing Perseroan dalam industri konstruksi global. Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi terkemuka dengan portofolio yang mencakup bangunan gedung, fasilitas publik, infrastruktur konektivitas, transportasi udara, serta infrastruktur sumber daya air di berbagai wilayah," tutur Ermy.

        Mataf pun bukan satu-satunya proyek yang telah berhasil dirampungkan Waskita Karya di Arab Saudi. Ada pula pengerjaan King Saud Fitness College pada 2011, dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal. Lalu King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi.

        Kemudian pada 2010-2012, Waskita Karya juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang terdiri dari 31 lantai. Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah juga bagian dari hasil karya Perseroan.

        Ke depannya, tegas Ermy, Waskita Karya akan terus memperkuat daya saing global melalui inovasi, keunggulan operasional, tata kelola perusahaan yang baik, serta pengembangan kapabilitas sumber daya secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi pada berbagai proyek strategis di pasar internasional.

        "Arab Saudi merupakan salah satu pasar prioritas dalam strategi pertumbuhan internasional Waskita Karya. Keberadaan Perseroan secara resmi di negara tersebut yang didukung perizinan operasional yang lengkap, mencerminkan kesiapan Waskita Karya untuk bersaing dan berkolaborasi dalam berbagai proyek konstruksi berkelas dunia, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan konstruksi Indonesia yang berdaya saing global,” jelas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: