Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sindiran Telak PDIP soal Warga Sipil Tewas Akibat Korban Main Hakim Sendiri: 'Polisi Sibuk Urus MBG, TNI Sibuk Urus Kopdes?'

Sindiran Telak PDIP soal Warga Sipil Tewas Akibat Korban Main Hakim Sendiri: 'Polisi Sibuk Urus MBG, TNI Sibuk Urus Kopdes?' Kredit Foto: Website DPR RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan kritik tajam kepada aparat kepolisian dan TNI di tengah maraknya aksi main hakim sendiri oleh massa yang berujung pada kematian terduga pelaku kejahatan. Ia mempertanyakan keberadaan aparat saat masyarakat melakukan tindakan brutal tersebut.

"Seorang ayah di Bali mati dikeroyok karena dituduh curi ayam. Pria di Sinjai tewas setelah disangka curi motor. Urusan begini, di mana polisi dan TNI kita? Sibuk di dapur MBG dan ngurusi kopdes?" kata Deddy, menyitir kasus pengeroyokan fatal yang terjadi di Bali dan Sulawesi.

Pernyataan tersebut merespons serangkaian insiden tragis tindakan main hakim sendiri yang menimpa warga sipil.

Sebelumnya, seorang pria berinisial S (33) asal Sinjai, Sulawesi Selatan, tewas dikeroyok massa di depan minimarket di Desa Bahomakmur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, setelah dituduh mencuri sepeda motor.

Rekaman CCTV memperlihatkan korban sempat dihakimi massa meski polisi masih menyelidiki kebenaran dugaan pencurian tersebut.

Kasus serupa juga menimpa seorang pria berinisial KD di Tabanan, Bali, yang tewas dianiaya warga usai dituduh mencuri ayam aduan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, termasuk momen viral saat putri bungsu korban menangisi kepulangan jenazah sang ayah di Buleleng.

Melalui kritiknya, Deddy mendesak agar aparat penegak hukum dan keamanan kembali fokus pada perlindungan masyarakat agar aksi main hakim sendiri tidak terus berulang dan merenggut nyawa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat