Kredit Foto: Dok. BPMI
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyayangkan aksi pembubaran paksa forum dialog publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" di Auditorium Joglo GIK Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam.
Acara diskusi yang mempertemukan pemerintah dengan civitas akademika tersebut terpaksa dihentikan di tengah jalan setelah sekelompok massa tidak dikenal menerobos masuk ke dalam ruangan.
Nusron menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam forum tersebut justru untuk membuka ruang dialog, menerima masukan, sekaligus siap menghadapi kritik dari para akademisi. Ia juga memastikan pihak panitia telah mengantongi izin resmi dari pihak rektorat UGM.
"Kami datang ada panitianya baik-baik, ada surat izin lengkap dari rektorat. Kita siap datang ke situ untuk berdialog dengan siapa saja, dengan topik apa pun. Karena kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri untuk memang siap di-bully, siap dicaci maki, karena itulah konsekuensi jabatan," kata Nusron dalam keterangan resminya.
Menurut Nusron, tindakan pembubaran tersebut mencerminkan sikap a-demokratis dan bertentangan dengan prinsip demokrasi yang berkeadaban. Ia menyayangkan sikap kelompok tersebut yang dinilai lebih mengedepankan pemaksaan kehendak ketimbang adu gagasan.
"Ada sekelompok orang yang ternyata tidak siap berdialog, tidak siap berdemokrasi, dan tidak siap untuk menerima dialog pemikiran. Mereka mengedepankan memaksakan kehendak dan kekerasan, karena itu kami sangat sayangkan," lanjutnya.
Meski agenda diskusi tersebut gagal terlaksana dan mengecewakan ratusan peserta yang hadir, Nusron menyatakan pemerintah tidak akan kapok. Ia menyerukan kepada seluruh pihak untuk tetap menjaga ruang debat publik agar tidak didominasi oleh opini tunggal dari kelompok tertentu.
Ke depan, Nusron menegaskan dirinya tetap siap untuk memenuhi undangan diskusi serupa demi melakukan adu data dan argumentasi secara terbuka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: