Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saat Bank Perketat Kredit, Industri Gadai Justru Diprediksi Tetap Tumbuh

        Saat Bank Perketat Kredit, Industri Gadai Justru Diprediksi Tetap Tumbuh Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) mulai memberikan tekanan terhadap industri pergadaian melalui peningkatan biaya pendanaan perusahaan.

        Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan tekanan tersebut berpotensi membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal bagi nasabah baru. Namun, dampaknya tidak akan dirasakan secara langsung karena produk gadai umumnya berjangka pendek dan berbasis agunan.

        Menurut Josua, perusahaan gadai justru menjadi pihak yang pertama kali merasakan dampak kenaikan suku bunga, terutama yang mengandalkan pinjaman perbankan atau penerbitan surat utang sebagai sumber pendanaan.

        “Dampak pertama justru lebih terasa di perusahaan gadai melalui kenaikan biaya pendanaan, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan pinjaman bank atau penerbitan surat utang,” ujar Josua kepada Warta Ekonomi, Rabu (17/6/2026).

        Ia menjelaskan, selama likuiditas perusahaan masih memadai dan pertumbuhan pembiayaan tetap tinggi, pelaku usaha pergadaian masih dapat menahan tekanan tersebut melalui efisiensi operasional serta pengelolaan biaya dana.

        Namun, apabila suku bunga tinggi dan pelemahan nilai tukar rupiah berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya berpotensi merembet ke masyarakat. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan biaya sewa modal, pengetatan penilaian agunan, penurunan nilai pinjaman terhadap barang jaminan, hingga pemendekan tenor pembiayaan.

        “Nasabah mungkin tidak langsung terkena kenaikan bunga hari ini, tetapi dapat merasakan dampaknya melalui pinjaman yang lebih kecil, biaya yang lebih mahal, atau syarat gadai yang lebih ketat,” katanya.

        Baca Juga: Omzet Melonjak 250%, ValueMax Perluas Bisnis Gadai di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi

        Baca Juga: Gadai vs. Pinjaman Online, Mana Lebih Aman untuk Kebutuhan Mendesak?

        Meski demikian, prospek industri pergadaian masih dinilai positif. Tingginya kebutuhan likuiditas masyarakat diperkirakan tetap menjaga permintaan terhadap layanan gadai, terutama ketika sektor perbankan memperketat penyaluran kredit.

        “Gadai sering menjadi pilihan cepat untuk kebutuhan dana jangka pendek karena prosesnya sederhana dan berbasis barang jaminan,” ujar Josua.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: