BCA Syariah Soroti Dampak Kenaikan BI Rate ke Industri Perbankan Nasional
Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
PT Bank BCA Syariah mengungkapkan sektor perbankan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kondisi ekonomi dan tingginya suku bunga acuan (BI rate). Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap biaya dana (cost of fund) yang harus ditanggung perbankan, termasuk bank syariah.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan perbankan perlu menyesuaikan diri dengan kebijakan yang diterapkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, di tengah era suku bunga tinggi, bank harus bekerja lebih keras untuk menjaga efisiensi pendanaan.
“Apapun kan memang untuk kebaikan negara ini ya tentu kondisinya kita harus ikut di dalamnya kan. Cuma yang bagi bank-bank ini ya tentulah kita tetap mencari sumber-sumber dana yang murah ya,” kata Yuli di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, persaingan dalam menghimpun dana semakin ketat sehingga bank harus lebih kreatif dalam menghimpun dana murah.
“Kemudian harus lebih banyak lagi inisiatifnya, kreativitasnya ya untuk menjaring nasabah-nasabah,” tambahnya.
Yuli mengakui tingginya suku bunga turut memberikan dampak terhadap industri perbankan syariah.
“Pasti ada dampaknya ke biaya dana,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, sebagian nasabah cenderung memindahkan dananya ke tempat yang menawarkan tingkat imbal hasil lebih tinggi.
Baca Juga: BCA Lanjutkan Buyback Saham, Siapkan Dana Hingga Rp5 Triliun
Baca Juga: BCA Dorong Ekspansi Kredit dengan Manajemen Risiko Ketat di Tengah Kenaikan BI Rate 5,50%
Akibatnya, biaya dana yang harus dikeluarkan bank menjadi lebih besar untuk mempertahankan dan menarik dana pihak ketiga (DPK).
Meski demikian, Yuli tetap optimistis terhadap prospek industri perbankan nasional. Menurutnya, meredanya tensi geopolitik global menjadi sentimen positif yang dapat mendukung stabilitas ekonomi.
“Tantangannya banyak, terutama bagaimana terus mencermati kondisi ekonomi, khususnya menengah dan menengah bawah. Tapi kami tetap optimistis,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: