Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika hingga Rusia Dirangkul, Strategi Prabowo Disebut Bikin Indonesia Tak Tersentuh

        Amerika hingga Rusia Dirangkul, Strategi Prabowo Disebut Bikin Indonesia Tak Tersentuh Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah persaingan pengaruh antara negara-negara besar dunia, Indonesia dinilai berhasil menjalankan strategi yang jarang bisa dilakukan banyak negara. Indonesia mampu menjalin kerja sama pertahanan dengan berbagai pihak sekaligus tanpa harus berpihak pada salah satu kekuatan global.

        Peneliti Keamanan Nasional Ulta Levenia Nababan menilai langkah Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor utama di balik keberhasilan tersebut.

        Salah satu contoh yang ia soroti adalah ketika Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Prabowo, sementara di waktu yang hampir bersamaan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoedin melakukan komunikasi strategis dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth.

        Bagi Levenia, situasi tersebut menunjukkan Indonesia mampu menjaga hubungan baik dengan dua kekuatan besar dunia sekaligus.

        Tak hanya itu, ia juga menyoroti kerja sama pengembangan drone antara Republikorp dengan industri pertahanan asal Turki yang dinilai sangat menguntungkan Indonesia.

        Baca Juga: 'Indonesia Satu-satunya', Prabowo Dipuji Mampu Menari di Tengah Kebakaran Dunia

        "Ini adalah investasi jangka panjang dan saya rasa itu sudah dimulai sejak pak Prabowo, Menhan. Jadi beliau sudah menanam bibitnya dan sekarang dilanjutkan oleh pak Sjafrie untuk dieksekusi," ujarnya, dikutip dari Antara, Rabu (17/6). 

        Menurut Levenia, manfaat yang diperoleh Indonesia tidak hanya berupa pembelian alutsista atau drone tempur semata. Indonesia juga memperoleh transfer teknologi yang memungkinkan industri pertahanan nasional belajar dan berkembang lebih cepat.

        Dengan adanya transfer teknologi tersebut, kemampuan sumber daya manusia Indonesia di sektor pertahanan akan semakin meningkat dan ketergantungan terhadap negara lain dapat berkurang.

        Levenia juga menilai banyaknya mitra kerja sama pertahanan akan membuat posisi Indonesia lebih aman jika sewaktu-waktu terjadi embargo dari negara tertentu.

        Baca Juga: MBG Tidak Bisa Dihentikan, Qodari: Prabowo Dipilih Karena Program Itu!

        "Kalau misalnya, misal ya, Amerika embargo kita dengan ini, nah kita punya cadangan lain untuk kerja sama. Karena kita punya banyak mitra justru mengamankan posisi strategis kita," jelas dia.

        Karena itu, ia meyakini strategi Prabowo membangun jaringan kerja sama dengan banyak negara telah menjadi tameng penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: