Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel

        'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik baru terhadap operasi militer Israel di Lebanon dan secara terbuka menyampaikan rasa simpatinya kepada rakyat dari negara sekutu Iran tersebut, yang menurutnya telah menderita selama puluhan tahun akibat konflik berkepanjangan.

        Meski menegaskan Israel memiliki hak untuk membela diri, Trump menilai sekutu dekatnya itu perlu menunjukkan penilaian yang lebih bijak dalam menjalankan operasi militer di Lebanon.

        Baca Juga: 'Pulang Usai Laga Sudah Aturan,' Amerika Ogah Beri Keringanan ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

        "Saya ingin Israel dapat melindungi dirinya sendiri. Tetapi saya juga ingin mereka menggunakan penilaian yang baik," kata Trump, dikutip Kamis (18/6).

        Trump juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah dan peradaban Lebanon.

        "Saya merasa sangat sedih untuk Lebanon. Lebanon dulu adalah budaya yang hebat. Mereka memiliki profesor, dokter, dan pengacara. Itu adalah budaya yang luar biasa, mungkin salah satu yang tertinggi di Timur Tengah selama berabad-abad," katanya.

        Menurut Trump, kondisi Lebanon berubah drastis dalam beberapa dekade terakhir.

        "Selama 50 hingga 60 tahun terakhir, mereka benar-benar hancur. Mereka hidup dalam neraka," ujarnya.

        Pernyataan itu muncul di tengah upaya AS menjaga kesepakatan damai yang rapuh dengan Iran, di mana operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon menjadi salah satu isu yang berulang kali menghambat negosiasi antara Washington dan Teheran.

        Trump sebelumnya juga telah memperingatkan Israel agar menghentikan serangan di Lebanon demi menjaga peluang terciptanya perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah.

        "Bisa jadi ini awal dari perdamaian yang panjang dan indah. Jangan sampai kita menghancurkannya," ujar Trump.

        Namun, peringatan tersebut tidak menghentikan serangan. Media pemerintah Lebanon melaporkan Israel kembali melancarkan serangan udara di sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Rabu.

        Pernyataan simpati Trump terhadap Lebanon tergolong langka di tengah hubungan erat Washington dan Tel Aviv. Komentar tersebut sekaligus memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran Gedung Putih bahwa konflik di Lebanon dapat merusak momentum perdamaian yang baru terbentuk antara AS dan Iran.

        Baca Juga: 'Kami Tidak Punya Uang,' Amerika Tak Akan Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar ke Iran

        Trump juga mengindikasikan bahwa stabilitas Lebanon merupakan salah satu elemen penting untuk menjaga keamanan kawasan dan menghindari kembali meluasnya konflik di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: