Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diancam Akan Dibom Lagi, Iran Borong Helikopter Rusia usai Berdamai dengan Amerika

        Diancam Akan Dibom Lagi, Iran Borong Helikopter Rusia usai Berdamai dengan Amerika Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran bergerak cepat memperkuat armada udaranya dengan memborong helikopter buatan Rusia sesaat setelah mencapai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) damai dengan Amerika Serikat (AS).

        Juru Bicara Islamic Revolutionary Guard Corps, Ebrahim Zolfaghari mengumumkan bahwa Teheran telah menandatangani kesepakatan pengadaan 20 helikopter buatan Rusia tipe Mil Mi-8 dan Mil Mi-17.

        Baca Juga: 'Kami Tidak Punya Uang,' Amerika Tak Akan Gelontorkan Ratusan Miliar Dolar ke Iran

        Menurut Zolfaghari, armada tersebut akan digunakan untuk misi tanggap darurat, ambulans udara, pemadaman kebakaran, serta operasi pencarian dan penyelamatan. Ia mengungkapkan empat unit pertama telah dikontrak dan seluruh armada dijadwalkan selesai dikirim sebelum Maret 2027.

        Pengumuman pembelian alutsista dari Rusia itu muncul hanya beberapa hari setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

        Meski demikian, perdamaian antara Washington dan Teheran masih dibayangi ketidakpastian. Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa MoU tersebut belum bersifat final dan dapat berakhir sewaktu-waktu apabila Iran dianggap melanggar komitmennya.

        "Tidak, ini belum final. Ini hanya memorandum of understanding," kata Trump.

        Ia bahkan kembali melontarkan ancaman militer terhadap Teheran.

        "Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka dan menjatuhkan bom di atas kepala mereka," ujar Trump.

        Presiden AS itu juga menegaskan perilaku Iran dalam fase implementasi kesepakatan akan menjadi penentu kelangsungan perdamaian.

        "Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah kepala mereka," katanya.

        Di tengah ancaman tersebut, Trump mengungkapkan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengambil posisi netral selama konflik Iran dan tidak menghalangi upaya Washington membatasi ambisi nuklir Teheran.

        Keputusan Iran memborong helikopter Rusia di tengah proses perdamaian dengan AS diperkirakan akan memicu perhatian baru dari Washington dan sekutu-sekutunya. Langkah tersebut menunjukkan bahwa meskipun hubungan dengan AS memasuki babak diplomasi baru, Teheran tetap berupaya memperkuat kemampuan strategisnya melalui kerja sama pertahanan dengan Moskwa.

        Baca Juga: Pemerintah Indonesia Terapkan Sistem Grading, Dapur Tak Lagi Bisa Seenak Hati Jalankan Program MBG

        Pembelian ini juga mengindikasikan bahwa Iran tidak sepenuhnya mengendurkan kewaspadaan militernya, bahkan ketika jalur diplomasi dengan Amerika Serikat mulai dibuka kembali.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: