Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Indonesia Terapkan Sistem Grading, Dapur Tak Lagi Bisa Seenak Hati Jalankan Program MBG

Pemerintah Indonesia Terapkan Sistem Grading, Dapur Tak Lagi Bisa Seenak Hati Jalankan Program MBG Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia bakal menerapkan sistem penilaian atau grading terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, setiap dapur akan dikelompokkan ke dalam kelas A, B dan C berdasarkan kualitas layanan yang diberikan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari mengatakan sistem grading tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG secara nasional.

Baca Juga: Permohonan Langsung Presiden, Trump Diminta Mendamaikan Semenanjung Korea Usai Bereskan Iran-Amerika

"Yang bagus itu A, yang sedang itu B, yang kurang bagus itu C. Kelas-kelas grading dari SPPG itu akan mempengaruhi insentifnya," kata Qodari, dikutip Kamis (18/6).

Artinya, dapur MBG yang memperoleh nilai tertinggi dan masuk kategori A akan mendapatkan insentif lebih besar dibanding dapur dengan kategori B maupun C.

Pemerintah saat ini memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang telah beroperasi.

Evaluasi dilakukan terhadap sejumlah indikator, seperti kelayakan fasilitas, proses memasak, penerapan standar kebersihan dan kesehatan, serta kualitas bahan pangan dan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Menurut Qodari, masa libur sekolah memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN), untuk melakukan pembenahan tanpa mengganggu distribusi layanan kepada peserta program.

"Karena masa liburnya cukup panjang jadi ada rentang waktu dan ruang yang cukup baik bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," ujarnya.

Selain menerapkan sistem grading, pemerintah juga menghentikan sementara pembangunan dapur MBG baru melalui kebijakan moratorium.

Langkah tersebut diambil agar pemerintah dapat fokus membenahi dan meningkatkan kualitas dapur yang sudah beroperasi sebelum memperluas jaringan layanan.

Baca Juga: 'Kami Tak Ingin Mengambilnya,' Ini Rencana Amerika Terhadap Bahan Nuklir Iran Usai Damai

Penerapan sistem grading ini sekaligus menjadi instrumen baru pemerintah dalam mengukur kinerja dapur MBG dan mendorong persaingan sehat antar-SPPG untuk menghadirkan layanan gizi yang lebih berkualitas bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar