Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Israel Waswas? Trump Mendadak Izinkan Iran Punya Rudal: Tidak Adil Jika Tak Ada

        Israel Waswas? Trump Mendadak Izinkan Iran Punya Rudal: Tidak Adil Jika Tak Ada Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu perhatian internasional. Di tengah mulai berlakunya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, Trump menyampaikan pandangan yang mengejutkan terkait kepemilikan rudal balistik oleh Teheran.

        Pernyataan tersebut muncul saat Trump menghadiri KTT G7 di Prancis. Di saat banyak pihak menyoroti ancaman program rudal Iran selama bertahun-tahun, Trump justru menilai Iran tidak seharusnya sepenuhnya dilarang memiliki rudal balistik, selama negara-negara lain di kawasan juga memiliki kemampuan serupa.

        Dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7, Trump secara terbuka menyatakan bahwa Iran seharusnya tetap diperbolehkan memiliki sebagian rudal balistiknya.

        “Jika negara lain memilikinya, agak tidak adil jika mereka tidak memilikinya,” kata Trump.

        Ia bahkan menyinggung sejumlah negara di kawasan Timur Tengah yang juga memiliki sistem rudal.

        “Jika Arab Saudi dan Qatar, dan mereka semua memilikinya, saya akan mengatakan bahwa dalam proporsi relatif, saya pikir tidak apa-apa jika Iran juga memiliki rudal balistik," ujarnya. 

        Baca Juga: AS dan Iran Resmi Berdamai! Trump dan Presiden Iran Teken Dokumen Pengakhiran Perang

        Trump kemudian mencoba membedakan ancaman rudal dengan senjata nuklir. Menurutnya, rudal bukanlah persoalan utama dalam keamanan global saat ini.

        “Rudal bukanlah masalahnya… Rudal memang sedikit merusak suatu lokasi, tetapi tidak meledakkan planet ini (seperti senjata nuklir),” kata Trump.

        Pernyataan itu dinilai sebagai perubahan sikap yang cukup signifikan dari Washington. Selama bertahun-tahun, program rudal Iran menjadi salah satu alasan utama Amerika Serikat dan sekutunya menekan Republik Islam tersebut.

        Bahkan ketika Israel bersama Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu, penghancuran kemampuan rudal Teheran disebut menjadi salah satu tujuan utama selain isu nuklir.

        Selama berminggu-minggu, Washington juga berulang kali berpendapat bahwa Iran memanfaatkan program rudalnya sebagai tameng strategis untuk melindungi pengembangan kemampuan nuklir mereka dari tekanan negara lain.

        Namun kini, Trump tampak menurunkan prioritas isu tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan rudal tetap akan dibahas dalam perundingan lanjutan yang telah disepakati kedua negara.

        Pembicaraan lanjutan itu dijadwalkan berlangsung dalam waktu 60 hari ke depan sebagai bagian dari implementasi nota kesepahaman yang baru disepakati.

        Di sisi lain, perkembangan penting juga datang dari Teheran. Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa teks nota kesepahaman antara kedua negara telah ditandatangani secara resmi oleh presiden masing-masing.

        Trump kemudian mengonfirmasi informasi tersebut usai menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.

        Baca Juga: Sebelumnya Enggan, Trump Akhirnya Teken Sendiri Perjanjian Damai Amerika-Teheran usai Ditekan Iran

        Seorang pejabat Amerika Serikat menjelaskan kepada Reuters bahwa proses finalisasi sebenarnya sudah dimulai sejak Minggu lalu melalui penandatanganan digital oleh Wakil Presiden JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf. Penandatanganan itu dilakukan dengan pengawasan langsung dari Trump.

        “Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden — sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dikutip kantor berita negara IRNA.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: