Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sebelumnya Enggan, Trump Akhirnya Teken Sendiri Perjanjian Damai Amerika-Teheran usai Ditekan Iran

Sebelumnya Enggan, Trump Akhirnya Teken Sendiri Perjanjian Damai Amerika-Teheran usai Ditekan Iran Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya turun tangan secara langsung menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Iran untuk mengakhiri konflik kedua negara, setelah sebelumnya sempat memberi sinyal akan menyerahkan proses tersebut kepada Wakil Presiden JD Vance.

Keputusan Trump menandatangani sendiri dokumen tersebut dinilai sebagai respons atas desakan Iran yang menginginkan proses kesepakatan dilakukan secara transparan dan memiliki legitimasi politik yang kuat di tingkat tertinggi.

Baca Juga: Netanyahu Dibiarkan Buta, Amerika Tak Berikan Salinan Perjanjian dengan Iran ke Israel

Dua pejabat AS mengungkapkan, Trump menandatangani salinan perjanjian AS-Iran saat menghadiri jamuan makan malam pada hari terakhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis. Penandatanganan dilakukan setelah Trump berkeliling Istana Versailles bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya, Brigitte Macron.

Setelah dokumen ditandatangani, Washington langsung mengirimkan foto salinan perjanjian tersebut kepada pihak Iran sebagai bukti bahwa kesepakatan telah disetujui oleh Presiden AS secara pribadi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengatakan memorandum itu ditandatangani dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Farsi, atas permintaan Teheran.

"Ini merupakan tingkat transparansi tertinggi dalam komunikasi publik kami. Jika teks hanya tersedia dalam bahasa Inggris, maka akan ada potensi perbedaan atau subjektivitas dalam penerjemahan," kata Baghaei.

Ia menegaskan bahwa teks Farsi memiliki kesesuaian penuh dengan versi bahasa Inggris dan dianggap sah serta mengikat bagi Iran.

Langkah Trump tersebut menjadi menarik karena sebelumnya ia justru beberapa kali melontarkan candaan bahwa dirinya mungkin akan mengirim JD Vance untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Évian-les-Bains, Prancis, Trump bahkan sempat berseloroh bahwa dirinya akan mengambil seluruh kredit apabila kesepakatan berhasil, namun akan menyalahkan Vance jika perjanjian itu gagal.

"Jika berhasil, saya yang akan mengambil kreditnya. Jika gagal, saya akan menyalahkan JD," ujar Trump saat itu.

Awalnya, Trump juga mempertanyakan apakah memorandum tersebut cukup penting untuk ditandatangani langsung olehnya.

"Ini hanya memorandum of understanding. Sangat penting, tetapi mungkin bukan jenis dokumen yang harus saya tandatangani," katanya.

Namun, dinamika negosiasi yang berkembang, termasuk desakan Iran mengenai transparansi dokumen dan kejelasan legalitas perjanjian, tampaknya membuat Trump mengubah sikap dan memutuskan menandatangani sendiri kesepakatan tersebut.

Memorandum damai AS-Iran sendiri memuat sejumlah poin penting, di antaranya penghentian aksi militer Israel di Lebanon, pembukaan penuh Selat Hormuz tanpa biaya transit selama 60 hari, serta mekanisme pembahasan mengenai stok uranium yang diperkaya milik Iran.

Meski demikian, proses formal perjanjian masih belum sepenuhnya selesai. Seorang pejabat AS menyebut upacara penandatanganan resmi yang melibatkan JD Vance masih dijadwalkan berlangsung pada Jumat.

Namun, Iran membantah akan ada seremoni di Swiss. Menurut Baghaei, memorandum tersebut telah ditandatangani secara digital dan tidak diperlukan lagi penandatanganan tambahan.

Baca Juga: Diancam Akan Dibom Lagi, Iran Borong Helikopter Rusia usai Berdamai dengan Amerika

Perubahan sikap Trump dari semula ingin menyerahkan penandatanganan kepada wakilnya hingga akhirnya meneken sendiri dokumen damai dengan Iran menunjukkan besarnya sensitivitas politik di balik kesepakatan yang disebut-sebut akan menjadi fondasi baru hubungan Washington-Teheran pascaperang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar