Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Efek Perang AS-Iran Terlanjur Mendalam, BI Tegaskan Ketidakpastian Global Tetap Tinggi

        Efek Perang AS-Iran Terlanjur Mendalam, BI Tegaskan Ketidakpastian Global Tetap Tinggi Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran tidak serta-merta menghapus ketidakpastian ekonomi global. Dampak negatif dari kerusakan struktural akibat perang yang pecah sejak Februari lalu dinilai terlanjur masuk sangat dalam ke berbagai sektor aktivitas ekonomi dunia.

        Otoritas moneter memproyeksikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi internasional pada periode tahun ini masih akan tertahan di level yang cukup rendah. Selain pertumbuhan yang lambat, bayang-bayang tekanan inflasi yang tinggi di tingkat global juga masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas pasar domestik.

        "Ketidakpastian global akibat perang tetap tiggi walaupun mereda setelah interim deal AS dan Iran," kata Perry Warjiyo saat konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

        Baca Juga: Kuatkan Nilai Rupiah, Bank Indonesia dan China Jalin Kerja Sama Ini

        "Perang berlangsung sejak akhir Februari menimbulkan gangguan rantai pasok serta penurunkan prospek ekonomi global," lanjut Perry menjabarkan akar permasalahan ekonomi makro saat ini.

        Kesepakatan damai sementara atau interim deal yang diteken pada tanggal 14 Juni 2026 tersebut diakui memang sedikit meredam tensi geopolitik di Timur Tengah. Namun, Bank Indonesia melihat pemulihan jalur perdagangan internasional masih membutuhkan waktu yang lama akibat rantai pasok dunia yang sempat lumpuh total.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: