Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Masjid Besar Jadi Tempat Selfie? Dedi Mulyadi Dorong 'Tajug' Kecil di Permukiman Warga

        Masjid Besar Jadi Tempat Selfie? Dedi Mulyadi Dorong 'Tajug' Kecil di Permukiman Warga Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pembangunan masjid kecil atau tajug di lingkungan permukiman warga sebagai upaya mengembalikan fungsi utama rumah ibadah sebagai ruang spiritual dan refleksi, bukan sekadar ruang publik atau destinasi rekreasi.

        Menurut Dedi, perkembangan saat ini menunjukkan adanya pergeseran fungsi sebagian masjid yang tidak hanya dipakai untuk ibadah, tetapi juga menjadi ruang aktivitas sosial hingga tempat berfoto yang justru mengurangi esensi kekhusyukan beribadah.

        “Kalau masjid sarana rekreasi, bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat swafoto, bukan tempat tafakur,” kata Dedi di Bandung, Jumat (14/6/2026).

        Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengarahkan pembangunan tajug atau masjid kecil yang ditempatkan lebih dekat dengan permukiman warga agar akses ibadah lebih mudah dan aktivitas keagamaan bisa berjalan lebih hidup di tingkat komunitas.

        Dedi menegaskan bahwa di Jawa Barat saat ini sudah cukup banyak masjid besar dan megah, sehingga fokus pembangunan ke depan lebih diarahkan pada penguatan fungsi sosial dan spiritual di level lingkungan.

        “Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya setiap waktu. Masjid-masjid megah sudah banyak di Jawa Barat,” ujarnya.

        Ia menjelaskan bahwa pengembangan tajug akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai pihak, dengan tujuan menghidupkan kembali peran surau sebagai pusat kegiatan ibadah masyarakat tanpa menambah beban struktur pengelolaan baru.

        Baca Juga: Gagal Masuk SMA Negeri? Dedi Mulyadi Janjikan Sekolah Swasta Gratis Dibiayai Pemprov

        Mantan Bupati Purwakarta itu juga menekankan bahwa nilai ibadah tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kualitas hubungan spiritual manusia dengan Tuhannya.

        Menurutnya, yang terpenting bukan tempatnya, melainkan keheningan batin dan kemampuan menghadirkan nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: