Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Masalahnya Banyak Sekali', Anak Buah Prabowo Minta Ekspansi MBG Disetop Dulu

        'Masalahnya Banyak Sekali', Anak Buah Prabowo Minta Ekspansi MBG Disetop Dulu Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Di tengah gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut evaluasi hingga penghentian program tersebut, kini kritik juga datang dari lingkaran pemerintahan sendiri.

        Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan secara terbuka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara pembukaan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru. Menurutnya, BGN harus lebih dulu membenahi berbagai persoalan internal yang masih membayangi pelaksanaan program MBG.

        Gelombang aksi mahasiswa belakangan memang marak terjadi di sejumlah daerah. Mereka menyoroti tata kelola, transparansi program, hingga dampaknya terhadap anggaran negara.

        Massa juga mendesak agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan diusut tuntas. Meski demikian, Istana sebelumnya telah menegaskan bahwa program MBG tidak akan dihentikan.

        Di tengah situasi tersebut, Zulkifli Hasan alias Zulhas mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang memang harus diselesaikan BGN sebelum melakukan ekspansi layanan baru.

        "Masalahnya banyak sekali di BGN itu. Jadi sekarang internal dulu dibenahi, dilihat ya, sementara kegiatan lain disetop dulu. Yang lain yang baru-baru setop dulu," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026).

        Baca Juga: Jokowi vs Prabowo Jilid III Lewat Gibran? Skenario 2029 Mulai Dihembuskan

        Ketua Umum PAN itu mencontohkan salah satu persoalan yang harus menjadi perhatian serius adalah kasus siswa yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

        Menurutnya, kejadian seperti itu tidak boleh lagi terulang karena menyangkut keselamatan anak-anak Indonesia yang menjadi sasaran utama program tersebut.

        "Walaupun ini persoalan satu atau dua anak kita, nggak boleh terjadi keracunan lagi. Kalau ini sudah diperbaiki, nanti lebih lanjut baru akan kita lanjutkan," ujarnya.

        Zulhas juga meminta agar pembukaan SPPG baru dihentikan sementara hingga seluruh persoalan yang ada benar-benar dituntaskan. Ia bahkan menilai tidak semua sekolah harus langsung menjadi sasaran program jika memang belum mendesak.

        "Yang lain yang baru-baru setop dulu. Fokus kepada misalnya ya, yang enggak perlu ya nggak usah. Sekolah-sekolah yang bagus memang nggak perlu ya nggak usah," ungkap dia.

        Selain itu, ia menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola, termasuk audit terhadap dapur-dapur penyedia makanan MBG agar standar keamanan pangan benar-benar terjamin.

        Baca Juga: 'Pertamax untuk Orang Kaya, MBG untuk Rakyat', Kata Pendukung Prabowo

        "kemudian tata kelolanya juga diperbaiki. Dapur ya, itu juga diaudit. Walaupun ini persoalan satu atau dua anak kita, nggak boleh terjadi keracunan lagi. Kalau ini sudah diperbaiki, nanti lebih lanjut baru (MBG) akan kita lanjutkan," kata dia.

        Pernyataan Zulhas pun menjadi sorotan karena muncul di tengah perdebatan publik mengenai efektivitas dan pelaksanaan program MBG. Meski tidak meminta penghentian total, desakan untuk menghentikan sementara ekspansi program dinilai sebagai sinyal bahwa evaluasi besar-besaran terhadap BGN memang tengah dibutuhkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: