Kredit Foto: Kemenperin
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia dan Rusia mulai memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral melalui mekanisme Local Currency Settlement (LCS). Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk mengurangi dampak tekanan finansial global terhadap aktivitas perdagangan kedua negara.
Dalam wawancara bersama media Rusia RIA Novosti dan RT, Agus menjelaskan bahwa penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan Indonesia-Rusia diharapkan dapat membuat sistem pembayaran lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada mata uang global tertentu.
“Untuk mengurangi risiko tekanan finansial global, kita sudah mulai mengalihkan perdagangan Indonesia dan Rusia dengan mata uang lokal atau mekanisme Local Currency Settlement (LCS) di Indonesia,” ujar Agus dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, perluasan skema pembayaran dengan mata uang nasional tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Ia menekankan bahwa hubungan dagang antara kedua negara perlu terus dikembangkan dengan prinsip saling menguntungkan dan tetap mengutamakan kepentingan nasional masing-masing pihak.
“Hal ini, tentu saja, akan memperkuat gagasan bahwa kerja sama antara kedua negara dapat semakin berkembang. Kerja sama ini tentu saja harus seimbang, saling menguntungkan, dan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing pihak,” katanya.
Agus juga mengusulkan agar perluasan mekanisme LCS dapat dimasukkan ke dalam kerangka kesepakatan ekonomi yang lebih luas antara Jakarta dan Moskow di masa mendatang. Dengan begitu, sistem perdagangan berbasis mata uang lokal tidak hanya berjalan parsial, tetapi menjadi bagian dari arsitektur kerja sama yang lebih terstruktur.
Baca Juga: Rusia Mulai 'Ngirit' Penjualan BBM Usai Kilang Diserang Drone
“Pada akhirnya, semua ini akan bermuara pada pengaturan yang lebih luas antara Rusia dan Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Indonesia juga diketahui akan berperan sebagai negara mitra resmi dalam agenda pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang akan digelar di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026. Keterlibatan ini dinilai dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan industri dan perdagangan kedua negara, termasuk implementasi skema pembayaran berbasis mata uang lokal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: