Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rusia Mulai 'Ngirit' Penjualan BBM Usai Kilang Diserang Drone

Rusia Mulai 'Ngirit' Penjualan BBM Usai Kilang Diserang Drone Kredit Foto: Reuters/David W Cerny
Warta Ekonomi, Jakarta -

Beberapa wilayah di Rusia mulai mendapat pembatasan sementara penjualan bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 22 Juni dan mencakup sejumlah daerah seperti Saratov, Omsk, Voronezh, Krimea, hingga Tver.

Di wilayah Saratov, pemerintah setempat membatasi pembelian bensin untuk konsumen individu maksimal 30 liter per kendaraan mulai 23 hingga 30 Juni. Gubernur Roman Busargin mengumumkan kebijakan tersebut diambil untuk meredam kepanikan pasar serta mencegah praktik spekulasi yang dapat memperburuk kondisi distribusi bahan bakar.

"Langkah paksa ini diperlukan untuk mengurangi kehebohan yang tidak berdasar dan kemungkinan spekulasi di pasar bahan bakar," ujar Busargin melalui Telegram, dikutip dari ANTARA.

Pembatasan serupa juga diterapkan di wilayah Omsk. Otoritas setempat mengatur bahwa pengisian BBM hanya diperbolehkan langsung ke tangki kendaraan dengan batas maksimal 40 liter bensin dan 80 liter solar per kendaraan. 

Untuk SPBU yang berada di jalur utama, batas pengisian ditingkatkan menjadi 40 liter bensin dan 200 liter solar. Sementara itu, LPG tidak termasuk dalam aturan pembatasan tersebut.

Gubernur Omsk Vitaly Khotsenko menjelaskan bahwa kebijakan itu diterapkan guna mencegah lonjakan permintaan yang dianggap tidak wajar sekaligus mengantisipasi potensi penimbunan bahan bakar.

Di wilayah Voronezh, pembatasan diberlakukan pada jaringan SPBU Lukoil mulai 23 Juni. Konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal 30 liter bensin dan 60 liter solar per kendaraan. Khusus SPBU yang berada di jalan raya, batas pembelian ditetapkan lebih tinggi, yakni hingga 60 liter bensin dan 200 liter solar.

Meski menerapkan pembatasan, pemerintah daerah menegaskan bahwa stok BBM secara umum masih tersedia. Namun, sejumlah SPBU mengalami kekosongan sementara akibat gangguan distribusi dan meningkatnya permintaan dalam waktu bersamaan.

Otoritas setempat menyatakan bahwa persediaan bensin jenis AI-95, AI-92, dan solar masih mencukupi di SPBU federal. Kekurangan stok yang terjadi di beberapa lokasi disebut lebih banyak disebabkan oleh persoalan logistik dan lonjakan permintaan daripada kekurangan pasokan secara keseluruhan.

Kebijakan pembatasan BBM ini muncul di tengah gangguan terhadap infrastruktur energi Rusia. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah fasilitas kilang minyak dilaporkan terdampak serangan drone, yang dinilai turut memengaruhi stabilitas distribusi bahan bakar di dalam negeri.

Baca Juga: Putin Eratkan Hubungan Rusia dan ASEAN, Jaga Prinsip Tidak Campur Tangan Urusan Internal

Sebelumnya, pembatasan serupa juga telah diterapkan di Krimea dan wilayah Tver. Di Krimea, penjualan bahan bakar dilaporkan diprioritaskan hanya untuk instansi pemerintah. Sementara di Tver, pengisian BBM untuk pelanggan korporat tetap berlangsung normal tanpa pembatasan.

Selain itu, perusahaan energi Tatneft disebut ikut memberlakukan pembatasan di jaringan SPBU miliknya setelah kilang TANECO di Tatarstan dilaporkan menjadi sasaran serangan drone. Otoritas Ukraina sebelumnya juga mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas energi Rusia yang berdampak pada sebagian kapasitas pengolahan minyak negara tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: