Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perkuat Kualitas Data, Kemenperin Minta Industri Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026

        Perkuat Kualitas Data, Kemenperin Minta Industri Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak pelaku industri berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 guna memperkuat kualitas data nasional yang menjadi dasar penyusunan kebijakan industri. Data yang akurat dan mutakhir dinilai semakin penting di tengah dinamika ekonomi global serta tantangan yang dihadapi sektor manufaktur nasional.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa data industri yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran, responsif, dan mampu memperkuat daya saing industri Indonesia.

        “Data industri yang berkualitas menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan dan program pembinaan industri. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merumuskan langkah yang tepat sasaran, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta merespons berbagai dinamika ekonomi dan industri secara lebih efektif,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/6/2026).

        Menurut Agus, sektor manufaktur selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, ketersediaan data yang kredibel menjadi kebutuhan penting untuk mendukung perencanaan pembangunan industri yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

        Sebagai upaya memperkuat ekosistem data industri nasional, Kemenperin telah mengembangkan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang menjadi platform utama pelaporan data industri. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan sektor manufaktur secara lebih komprehensif dan terkini.

        “Kami mengapresiasi perusahaan industri dan kawasan industri yang secara konsisten menyampaikan data melalui SIINas. Komitmen tersebut membantu pemerintah membangun ekosistem data industri yang semakin kuat dan terpercaya,” ujarnya.

        Selain melalui SIINas, Kemenperin juga mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil sensus tersebut diharapkan menjadi sumber informasi strategis untuk mendukung pengembangan sektor industri dan dunia usaha di Indonesia.

        Melalui Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Kemenperin mengimbau perusahaan industri, perusahaan kawasan industri, serta asosiasi industri untuk berpartisipasi aktif dengan menyampaikan data secara lengkap dan akurat.

        Baca Juga: Kemenperin: Banyak Usaha Kreatif Gagal karena Salah Membaca Kebutuhan Pasar

        Baca Juga: 55 Ribu Buruh Terancam PHK Akibat Krisis Gas Industri, Dasco Turun Tangan Telepon Dirut Pertamina

        “Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami mengajak dunia usaha untuk berpartisipasi aktif karena hasil sensus akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan industri nasional ke depan,” tegas Agus.

        Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha akan memperkuat kualitas data nasional sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak nyata terhadap peningkatan daya saing industri nasional.

        “Melalui data yang kuat, kita dapat mempercepat transformasi industri nasional, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: