Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'MBG Pakai Daun?', Momen Prabowo Sebut Uang Negara Tak Ada untuk Naikkan Gaji Guru dan PNS

        'MBG Pakai Daun?', Momen Prabowo Sebut Uang Negara Tak Ada untuk Naikkan Gaji Guru dan PNS Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut gaji guru dan PNS tidak bisa baik karena uang negara tidak ada.

        Ardianto menilai alasan tersebut tidak masuk akal, sebab pemerintah masih mampu menggelontorkan anggaran hingga Rp1,2 triliun per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

        Ia bahkan menyinggung kasus korupsi MBG yang menyeret mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang disebut bisa meraup keuntungan miliaran rupiah setiap hari.

        "KARENA UANGNYA GAK ADA? TERUS ITU MBG PAKE DAUN??? DADAN CS KORUPSI SEMILYAR SEHARI?," tulis Ardianto di akun X pribadinya, dikutip Rabu (24/6).

        Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam acara penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026), menjelaskan bahwa kebocoran kekayaan negara membuat anggaran tidak cukup untuk memperbaiki gaji guru maupun PNS.

        "Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara," kata Prabowo.

        Baca Juga: Said Didu Bongkar! Geng SOP Disebut Sedang Gerogoti Prabowo

        Menurut perhitungan para ahli, kebocoran negara mencapai sekitar Rp2.500 triliun per tahun. Prabowo menegaskan pemerintah sedang berupaya memperbaiki masalah tersebut.

        "Kebocoran kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar (USD) tiap tahun, Rp 2.500 triliun tiap tahun, saudara-saudara sekalian. Dan ini sedang saya perbaiki semua," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: