Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot berada di level Rp17.970 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Pergerakan mata uang global terhadap dolar AS juga beragam. Mata uang Asia cenderung bervariasi, sementara mayoritas mata uang Eropa cenderung melemah tipis.
Pelemahan yang lebih dalam dialami ringgit Malaysia sebesar 0,54% terhadap dolar AS. menjadi mata uang Asia dengan kinerja terburuk pada perdagangan pagi ini.
Selain itu, peso Filipina melemah 0,17%, dolar Taiwan melemah 0,24%, baht Thailand terkoreksi 0,04%, dolar Singapura melemah 0,02%, dan rupee India turut melemah 0,08% terhadap dolar AS.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia setelah menguat 0,34% terhadap dolar AS. Yuan China juga mencatat penguatan tipis sebesar 0,03%.
Baca Juga: Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per USD, Pasar Cermati Penundaan Penilaian MSCI
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.951 per Dolar AS, Prabowo Singgung Kebocoran Kekayaan Negara
Sementara itu, yen Jepang bergerak melemah 0,04% terhadap dolar AS, melanjutkan tren pelemahan di tengah masih kuatnya permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Selanjutnya, Dolar Hong Kong bergerak relatif stabil terhadap mata uang AS.
Mayoritas mata uang Eropa berada dalam tekanan. Euro melemah tipis terhadap dolar AS, sementara franc Swiss turun 0,04%. Poundsterling menjadi pengecualian dengan penguatan tipis 0,03%, meski pergerakannya masih terbatas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: