Kredit Foto: BPMI
Pidato Presiden Prabowo Subianto di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo, Rabu (24/6/2026), memicu kontroversi besar di media sosial, khususnya platform X.
Dalam pidatonya, Prabowo melontarkan kalimat yang dianggap menyakitkan publik, yakni “Endasmu.. eh eh sorry sorry” dan “Emang gue pikirin”.
Netizen dengan akun @afrk**** menilai ucapan tersebut sengaja diarahkan kepada rakyat yang kerap mengkritik gaya bicaranya. Hal itu membuatnya kehilangan harapan terhadap sosok kepala negara.
"“Endasmu.. eh eh sorry sorry.” Dia tuh tau rakyat mengkritik ucapan ga pantes dia saat pidato, tapi di sini sengaja banget diucapkan dengan entah apa maksud dan niatnya silakan nilai sendiri. Terus diakhiri “Emang gw pikirin?”. Anjirlah ga ada harapan lagi klo gini mah," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (25/6).
Unggahan itu langsung memicu lebih dari 800 komentar. Banyak warganet menilai kata-kata tersebut tidak pantas keluar dari mulut seorang presiden.
Akun @angga*** bahkan mengaitkan ucapan Prabowo dengan dugaan kasus pelanggaran HAM masa lalu.
"Ya apa yang mau diharapin dari kriminal HAM sih kak. Ngilu gin orang aja bisa apalagi cuma bilang kata-kata ga sopan gitu," cuitnya.
Sementara itu, akun @soekarno*** merasa prihatin dengan masa depan bangsa.
"Kasihan Indonesia punya presiden kok kayak gini, gk bisa jadi panutan gimana negara gak mau rusak klo kayak gini," tulis @soekarno***.
Sebelumnya, dalam sambutan di PENAS Petani dan Nelayan XVII, Prabowo menegaskan bahwa rakyat, khususnya petani dan nelayan, lebih suka pidato yang lugas dan berapi-api dibandingkan kalem.
"Iya kan? Ini karena banyak wartawan, aku pidato aku harus aku atur gitu ya. Nanti yang dikutip yang apa tuh yang agak keras-keras dikit. Tapi kalau sama petani nelayan bicaranya harus keras, betul enggak? Kalau bicara kalem-kalem kalian enggak akan dengar, benar ya?" kata Prabowo, dikutip Kamis (25/6).
Saat melanjutkan pidatonya, Prabowo kemudian keceplosan menyebut 'Ndasmu', kemudian ia bercanda meminta kalimat tersebut dipotong saat diyangkan media. Ia menyadari ucapannya bisa memicu kritik, namun menegaskan tidak ambil pusing.
Baca Juga: Ekonom AS Dukung Prabowo, Bongkar BUMN Rugi Sejak Era Soeharto
"Saudara-saudara sekalian, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Para petani dan nelayan harus kerja keras, harus kerja keras dan tidak boleh minta untung besar-besar ya. Dan kita semua berharap suatu saat di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah. Endasmu, eh, sorry, sorry," tutur Prabowo.
"Coba di-delete, delete. Heh, friend ya? Wartawan kita kompak ya. Coba yang gitu-gitu, nanti gue dihajar lagi itu. Emang gue pikirin," kata Prabowo sembari tertawa dan disusul respons riuh dan tepuk tangan petani dan nelayan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: