Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonom AS Dukung Prabowo, Bongkar BUMN Rugi Sejak Era Soeharto

Ekonom AS Dukung Prabowo, Bongkar BUMN Rugi Sejak Era Soeharto Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penasihat Ekonomi Presiden RI ke-2 Soeharto, Steve Hanke, mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menutup sekitar 800 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak berkinerja baik.

Ekonom asal Amerika Serikat itu menilai langkah tersebut sudah seharusnya dilakukan sejak lama. 

"Kemarin, Presiden Indonesia Prabowo mengumumkan rencana untuk menutup lebih dari 800 BUMN yang berkinerja buruk. SUDAH SAATNYA," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (25/6).

Ia mengingatkan bahwa pada 1998, saat menjadi penasihat ekonomi Presiden Soeharto, dirinya sudah merekomendasikan penutupan BUMN yang tidak efisien.

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan pemerintah telah menutup sekitar 240 BUMN yang terus merugi. Dalam pidatonya di Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6), ia menegaskan target penutupan mencapai 700–800 perusahaan negara.

"Sekarang kita sudah tutup kurang lebih 240 yang kita tutup. Nggak ada yang untung, rugi terus. Perusahaan negara milik rakyat, 200 kalau tidak salah. Kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700 lah," kata Presiden.

Baca Juga: Prabowo Bongkar Fakta Kelaparan Global, Sindir Penolak MBG

Menurut Prabowo, kebijakan ini menghasilkan penghematan anggaran besar karena negara tidak lagi menanggung biaya operasional dan manajemen perusahaan yang tidak produktif. 

"Sudah kita tutup, kita menghemat triliunan. Hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang nggak benar dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya