Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hadiah untuk Rakyat Rp26,34 T Disiapkan, DPR Kasih Jempol ke Pemerintah

        Hadiah untuk Rakyat Rp26,34 T Disiapkan, DPR Kasih Jempol ke Pemerintah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah kembali menggelontorkan amunisi besar untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 senilai Rp26,34 triliun yang akan mulai disalurkan pada Juli mendatang mendapat apresiasi dari DPR RI karena dinilai menjadi langkah penting menghadapi tekanan ekonomi global yang masih belum mereda.

        Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga perlambatan aktivitas ekonomi global, stimulus jumbo tersebut diyakini dapat membantu menjaga konsumsi masyarakat sekaligus menopang sektor industri agar tetap bergerak.

        “Kami mengapresiasi kebijakan paket stimulus sebesar Rp26,34 triliun yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan ini menjadi instrumen menjaga daya tahan ekonomi rakyat, terutama di tengah dinamika perekonomian yang cukup signifikan akibat tekanan ekonomi global,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).

        Politikus Fraksi NasDem itu menilai pemerintah telah mengambil langkah yang tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini berbeda dengan masa pemulihan pascapandemi Covid-19 karena tantangan yang dihadapi lebih bersifat struktural.

        Baca Juga: Gonjang-ganjing Ekonomi, Emas Kembali Jadi 'Penyelamat' Keuangan?

        Ia menjelaskan bahwa masyarakat kini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari melemahnya daya beli kelompok rentan, meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor usaha, hingga dampak perlambatan ekonomi global terhadap investasi dan ekspor nasional.

        Pemerintah diketahui telah menyiapkan delapan kebijakan stimulus yang akan dijalankan secara bertahap mulai Juli 2026. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari insentif perpajakan, diskon transportasi, bantuan pangan, subsidi bahan baku industri, hingga perluasan program magang dan pelatihan vokasi.

        “Dengan kombinasi insentif fiskal, bantuan sosial, dukungan transportasi, dan penguatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV itu.

        Tak hanya menjaga konsumsi rumah tangga, Charles menilai stimulus tersebut juga berperan penting untuk memastikan sektor industri tetap sehat. 

        “Dengan aktivitas produksi dan industri yang tetap sehat, sektor ketenagakerjaan juga dapat terjaga sehingga mampu mengurangi risiko PHK yang berpotensi terjadi akibat tekanan ekonomi global,” katanya.

        Baca Juga: Sudirman Said: Kerusakan Tata Kelola Mengancam Ekonomi Nasional

        Meski demikian, Charles mengingatkan bahwa keberhasilan paket stimulus tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan. Ia menilai efektivitas implementasi di lapangan akan menjadi penentu utama apakah kebijakan tersebut benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

        “Ketepatan sasaran, kecepatan penyaluran, dan kemampuan pemerintah memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan menghasilkan dampak ekonomi yang berlipat menjadi faktor yang sangat penting. Dalam situasi global yang semakin tidak pasti, kualitas belanja negara sama pentingnya dengan besarnya belanja negara itu sendiri,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: