Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        dr Tifa Ngaku Tak Dikasih Makan oleh Polisi, 'Dibawakan oleh Keluarga Saya, Baru Dua Suap Saya Dibentak-bentak oleh Petugas'

        dr Tifa Ngaku Tak Dikasih Makan oleh Polisi, 'Dibawakan oleh Keluarga Saya, Baru Dua Suap Saya Dibentak-bentak oleh Petugas' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dr Tifa membeberkan perlakuan yang diklaim dialaminya saat proses penangkapan oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu.

        Dr Tifa mengaku sempat dilarang makan hingga dibentak petugas, padahal dirinya mengidap gerd kronis.

        Pernyataan tersebut disampaikannya sebagai kritik terhadap pelaksanaan perlindungan hak asasi manusia dalam proses penegakan hukum.

        "Ini catatan buat reformasi Polri ya, untuk catatan perlindungan Hak Asasi Manusia. Gini, saya kan ditangkap jam 6 pagi, tentu saja saya belum sarapan. Sementara saya harus hadapi ujian disertasi kuliah saya selama 3,5 jam. Siang mereka tidak menyediakan makan siang, padahal saya punya gerd kronis," ujar Dr Tifa kepada wartawan.

        Menurut Dr Tifa, statusnya langsung berubah menjadi tahanan sesaat setelah dijemput. Di tengah kondisi yang lelah dan tidak disediakan makan oleh pihak penyidik Polda Metro Jaya, keluarga sempat membawakannya makanan.

        Namun, saat baru menyantap dua suap makanan tersebut, ia mengaku langsung dibentak oleh petugas yang berjaga.

        "Enggak ada saya diperiksa saya dikasih makan. Hospitality-nya, mereka mau menahan orang tapi enggak dikasih makan. Begitu penangkapan, langsung berubah jadi penahanan. Pas ada keluarga, saya dikasih makan, saya baru makan baru dapat 2 suap, petugas langsung bentak saya, 'Enggak boleh!'. Saya dibentak-bentak," ungkapnya.

        Dr Tifa juga mengaku peristiwa tersebut terjadi di hadapan mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno. Menurutnya, Oegroseno langsung menegur petugas yang membentaknya.

        "Di situ ada Pak Oegroseno. (Beliau menegur petugas), 'Kamu kelakuan dengan perempuan sewenang-wenang begitu'," kata Dr Tifa menirukan ucapan Oegroseno.

        Selain mengeluhkan tidak segera mendapatkan makanan, Dr Tifa juga menyatakan ruang geraknya saat beribadah dibatasi selama berada dalam pengawasan penyidik.

        "Bahkan saya untuk salat, saya dikawal dan disuruh cepat-cepat," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: