Sudah 3 Peserta Meninggal, Anak Buah Prabowo Buka Suara soal Latihan Militer Kopdes Merah Putih
Kredit Foto: Istihanah
Meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam rangkaian latihan dasar militer memicu sorotan publik. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan evaluasi akan dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan prosedur maupun unsur kelalaian dalam pelaksanaan latihan.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto disebut ikut memantau langsung perkembangan kasus tersebut. Prasetyo menegaskan bahwa latihan dasar militer bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tetap akan dilanjutkan meski telah memakan korban jiwa.
"Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses bisa kita lakukan, kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Kalau salah prosedur itu ada yang mengarah ke hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).
Meski demikian, ia mengaku hingga kini belum menemukan indikasi awal yang mengarah pada penyebab pasti di balik rentetan kematian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya, para peserta mengalami gangguan kesehatan sejak hari-hari awal latihan.
Baca Juga: Istana Akhirnya Bocorkan Respons Prabowo soal Jokowi Dorong 2 Periode
“Saya rasa belum ya, karena kan itu kalau kami mendengar laporan itu baru di hari, hari pertama, hari kedua ya,” ungkap dia.
Prasetyo juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para peserta. Ia menegaskan pemerintah, termasuk Presiden Prabowo, memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut.
“Kita tentunya pertama kita menyampaikan dan duka cita yang mendalam ya. Tapi, mari kita terus untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Salah satu peserta yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh, yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Pada 18 Juni, Anisa mengalami gangguan kesehatan dan sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan keterangan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.
Korban lainnya adalah Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Yonanda mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni dan sempat ditangani tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Baca Juga: Prabowo vs Gibran Cuma Kamuflase? Pengamat Sebut Musuh Sebenarnya Jokowi
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung atau henti jantung.
Belakangan, jumlah korban kembali bertambah setelah peserta bernama Novia Rahmadhani Sihotang dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa tersebut membuat total peserta SPPI yang meninggal dunia selama pelaksanaan latihan dasar militer menjadi tiga orang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: