Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mulai Juli, AirAsia Tak Lagi Layani Penerbangan Non-Stop Singapura-Jakarta

        Mulai Juli, AirAsia Tak Lagi Layani Penerbangan Non-Stop Singapura-Jakarta Kredit Foto: Antara/Irwansyah Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia AirAsia akan menghentikan layanan penerbangan langsung rute Singapura-Jakarta mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi optimalisasi jaringan penerbangan. Keputusan tersebut membuat maskapai berbiaya hemat itu tidak lagi melayani rute non-stop dan mengalihkan penumpang melalui Kuala Lumpur, Malaysia.

        Penghentian rute tersebut dilakukan ketika persaingan penerbangan Singapura-Jakarta masih cukup ketat. Sedikitnya tujuh maskapai lain, termasuk maskapai berbiaya hemat Scoot dan Citilink, tetap mengoperasikan penerbangan langsung dengan total sekitar 31 penerbangan setiap hari.

        Dengan perubahan tersebut, waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya kurang dari dua jam berpotensi bertambah menjadi lebih dari 10 jam, tergantung durasi transit di Kuala Lumpur.

        Indonesia AirAsia selama ini mengoperasikan satu penerbangan langsung setiap hari untuk rute Singapura-Jakarta.

        Keputusan tersebut diambil seiring langkah AirAsia melakukan penyesuaian kapasitas pada jaringan penerbangannya.

        CEO AirAsia X Group Bo Lingam mengatakan perusahaan tengah mengoptimalkan jaringan rute dengan mengalihkan kapasitas ke jalur penerbangan yang memiliki permintaan lebih tinggi.

        “Kami mengoptimalkan jaringan dengan mengalokasikan kembali kapasitas ke rute-rute yang memiliki kinerja lebih kuat,” ujar Bo Lingam dalam konferensi pers, mengutip Strait Times, pada 22 Juni 2026.

        Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar pesawat (jet fuel) akibat konflik di Timur Tengah turut menjadi pertimbangan perusahaan dalam mengurangi frekuensi maupun menghentikan sejumlah layanan penerbangan.

        “Kenaikan harga bahan bakar pesawat akibat perang di Timur Tengah mendorong kami melakukan penyesuaian pada beberapa penerbangan,” katanya.

        Sebagai gantinya, AirAsia akan memanfaatkan jaringan penerbangan transit (fly-through) melalui Kuala Lumpur maupun pusat operasi (hub) lainnya untuk melayani permintaan penumpang.

        “Kami memanfaatkan layanan fly-through melalui Kuala Lumpur dan hub lainnya untuk menangkap permintaan secara lebih efisien,” ujar Bo Lingam.

        Baca Juga: Vietjet Buka Rute Penerbangan Hanoi–Praha, Gerbang Baru ke Eropa bagi Wisatawan Indonesia

        Baca Juga: Jepang dan Taiwan Kembali Buka Rute Kapal Feri Setelah 18 Tahun Berhenti

        Analis penerbangan independen Sobie Aviation, Brendan Sobie, menilai perubahan tersebut berpotensi mengurangi daya saing AirAsia pada rute Singapura-Jakarta karena masih banyak pilihan penerbangan langsung dengan tarif berbiaya rendah.

        Menurutnya, kecil kemungkinan penumpang memilih penerbangan transit apabila tersedia puluhan penerbangan langsung setiap hari.

        Dengan masih tersedianya sekitar 31 penerbangan non-stop yang dioperasikan maskapai lain, AirAsia diperkirakan akan lebih mengandalkan efisiensi jaringan regional dibandingkan bersaing secara langsung di salah satu koridor penerbangan tersibuk di Asia Tenggara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: