Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Anjlok 4,55%, Asing Kabur Rp3,43 Triliun! Ini Saham Paling Cuan dan Boncos

        IHSG Anjlok 4,55%, Asing Kabur Rp3,43 Triliun! Ini Saham Paling Cuan dan Boncos Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sepekan 22-26 Juni 2026 dengan koreksi tajam 4,55% ke level 5.896,134. Pelemahan tersebut diikuti aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp3,43 triliun, sementara sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga hingga 60% dan sebagian lainnya anjlok lebih dari 25%.

        Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kapitalisasi pasar turun 4,51% menjadi Rp10.302 triliun dari Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 29,13% menjadi Rp17,58 triliun, sedangkan rata-rata volume perdagangan harian merosot 26,01% menjadi 25,18 miliar saham.

        Sepanjang pekan, investor asing membukukan penjualan sebesar Rp28,95 triliun dan pembelian Rp25,52 triliun sehingga terjadi net sell Rp3,43 triliun. Nilai tersebut meningkat signifikan dibanding pekan sebelumnya yang mencatat net sellRp904,07 miliar.

        Di tengah tekanan pasar, saham PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BHAT) menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi setelah melonjak 60% dari Rp1.300 menjadi Rp2.080 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Pradiksi Gunatama Tbk (PTPW) yang naik 42,71%, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) 34,23%, PT Rukun Raharja Tbk (RGAS) 28,48%, dan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) 27,74%.

        Sebaliknya, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi emiten dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 25,45% menjadi Rp1.040 per saham. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 24,55%, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) 23,13%, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) 21,59%, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar 21,21%.

        Berdasarkan kontribusinya terhadap pergerakan indeks, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi positif 11,92 poin, diikuti BHAT sebesar 6,02 poin, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 4,21 poin, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 3,62 poin, dan PT MPRO sebesar 2,14 poin.

        Di sisi lain, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang memangkas indeks sebesar 25,04 poin. Selanjutnya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 24,31 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 14,58 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 14,02 poin, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 13,22 poin.

        Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menjadi yang paling aktif berdasarkan nilai transaksi dengan total Rp18,51 triliun atau 21,06% dari total nilai perdagangan saham selama sepekan. Di bawahnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp5,55 triliun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp5,26 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp5,08 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp4,88 triliun.

        Baca Juga: Pasar Saham Merah Membara! IHSG Gagal Bertahan di Level 6.000

        Baca Juga: Sinergi Kebijakan Fiskal-Moneter Dorong Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG

        Baca Juga: IHSG Jebol ke 5.883! Outflow Asing Tembus Rp1,17 Triliun, BBRI dan TPIA Paling Banyak Dibuang

        Sementara berdasarkan volume perdagangan, saham ARCI memimpin dengan transaksi 16,85 miliar saham, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 15,45 miliar saham, DSSA 5,88 miliar saham, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 4,67 miliar saham, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 4,35 miliar saham.

        Pelemahan IHSG turut menyeret mayoritas indeks sektoral. Sektor bahan baku (basic materials) mencatat penurunan terdalam sebesar 11,19%, disusul sektor industri 7,41%, energi 6,34%, barang konsumsi siklikal 6,09%, serta transportasi dan logistik 5,21%. Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan dengan kenaikan 2,22%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: