Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham TRUK Masuk Radar BEI, Investor Diminta Waspada

Saham TRUK Masuk Radar BEI, Investor Diminta Waspada Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dalam pemantauan setelah mencatat pergerakan harga yang dinilai tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan menegaskan penetapan status UMA bukan berarti telah ditemukan pelanggaran terhadap peraturan di pasar modal. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan atas pergerakan saham yang mengalami lonjakan signifikan.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA pada saham TRUK, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujar Endra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2026).

Dia mengimbau investor untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi. Lalu, investor disarankan mencermati jawaban perseroan atas permintaan klarifikasi dari bursa, memantau setiap keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, serta menelaah kembali rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, dia meminta pelaku pasar mempertimbangkan berbagai risiko dan potensi yang ada sebelum melakukan transaksi pada saham tersebut.

Berdasarkan data perdagangan, saham TRUK sempat mencatat kenaikan signifikan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) selama dua hari berturut-turut.

Baca Juga: BEI Gembok Saham ALKA dan MPRO Usai Naik Tajam, Investor Diminta Waspada

Baca Juga: Investor Wajib Tahu! BEI Hentikan Perdagangan Saham BAJA

Baca Juga: OJK Kejar Aturan Demutualisasi BEI Rampung Pekan Kedua September 2026

Pada 3 Agustus 2026, saham TRUK ditutup menguat 25% ke level Rp540. Penguatan kembali berlanjut pada 5 Agustus 2026 dengan kenaikan 25% sehingga ditutup di level Rp675.

Namun, setelah BEI mengumumkan status UMA pada Kamis (6/8/2026), laju penguatan saham TRUK mulai mereda. 

Pada perdagangan hari ini, saham TRUK terkoreksi tipis sebesar 2,2% ke posisi Rp650 per saham. Padahal di penutupan perdagangan sebelumnya, saham tersebut masih berada di posisi Rp675 per saham.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri