Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kunjungan ke Lampung Menjadi Bukti Ucapan Jokowi Tak Bisa Dipegang Teguh, Kata Pakar Hukum

        Kunjungan ke Lampung Menjadi Bukti Ucapan Jokowi Tak Bisa Dipegang Teguh, Kata Pakar Hukum Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung dalam rangkaian safari politik mendapat sorotan tajam dari Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari. Menurutnya, aktivitas tersebut memperlihatkan adanya ketidakkonsistenan antara ucapan dan tindakan politikus itu setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

        Feri mengatakan publik sebenarnya tidak mempermasalahkan terkait manuver politik dari Jokowi. Namun ia menilai persoalan muncul karena pernyataan yang pernah disampaikan politikus itu kepada masyarakat berbeda dengan langkah yang kini dilakukan.

        Baca Juga: Diprediksi Jauh Hari, Manuver Politik Jokowi Akhirnya Malah Buktikan Hasil Penelitian Hasto PDIP

        "Ya, kalau boleh tidak boleh, tentu boleh berkegiatan politik. Patut tidak patut, tentu tidak patut," kata Feri, dikutip Selasa (30/6).

        Ia kemudian menyoroti pentingnya konsistensi seorang pemimpin terhadap ucapan yang pernah disampaikan kepada publik.

        "Kan orang harusnya jujur dengan perkataan dari awal. Nah, perkataan mantan presiden itu yang selalu berbeda-beda," ujarnya.

        Feri menyampaikan pernyataan tersebut setelah melihat safari politik Jokowi ke Lampung. Dalam beberapa kesempatan terakhir, mantan presiden itu aktif menghadiri berbagai kegiatan masyarakat sekaligus menyatakan siap membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

        Padahal Jokowi ketika masih menjabat sebagai presiden sudah berkali-kali menyampaikan keinginannya menjalani masa pensiun secara sederhana di Kota Solo.

        Pada Januari 2024, Jokowi secara tegas mengatakan dirinya hanya ingin kembali menjadi rakyat biasa setelah menyelesaikan masa jabatan.

        "Ya jadi rakyat biasa. Kembali ke Solo jadi rakyat biasa," ujar Jokowi saat itu.

        Di November 2022, Jokowi bahkan menyampaikan rencana untuk lebih fokus pada aktivitas di bidang lingkungan hidup setelah tidak lagi menjadi presiden.

        Namun setelah lengser dari jabatan, arah aktivitasnya berubah. Ia justru menyatakan siap bekerja penuh untuk membesarkan PSI. Jokowi mengatakan akan menghadiri seluruh undangan masyarakat maupun kegiatan PSI.

        "Yang paling penting undangan yang saya terima dari masyarakat, dari PSI, nanti akan saya hadiri semua," ujar Jokowi.

        Bagi Feri, perubahan tersebut menjadi alasan mengapa banyak pihak mempertanyakan konsistensi mantan kepala negara itu. Ia juga menilai safari politik memiliki kepentingan politik yang cukup jelas, yakni terkait dengan kepentingannya dalam ranah politik dari Indonesia.

        Safari Jokowi sendiri dimulai dari Lampung. Ia juga dijadwalkan berlanjut ke Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat. Rangkaian kunjungan tersebut terus menjadi perhatian karena berlangsung di tengah pernyataan sang mantan presiden di masa lalu yang menyebut dirinya akan menikmati masa pensiun sebagai rakyat biasa di Solo.

        Baca Juga: Siap Kembali Hadapi Amerika, Iran Tegaskan Semua Harus Tunduk ke Aturannya di Selat Hormuz

        Meski demikian, hingga kini tidak ada aturan hukum yang melarang mantan presiden untuk kembali aktif dalam kegiatan politik. Kritik Feri lebih diarahkan pada aspek konsistensi antara janji yang pernah disampaikan kepada publik dengan aktivitas politik yang kini dijalankan Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: